Hotplate Stirrer – Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakan

Hotplate Stirrer – Hotplate stirrer adalah salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk mengaduk dan melakukan pemanasan pada suatu larutan agar larut atau homogen. Apakah anda pernah mendengarnya? Nah, kali ini penulis akan menjelaskan beberapa topik yang berkaitan dengan hotplate stirrer, diantaranya Pengertian Hotplate Stirrer, Sejarah Hotplate Stirrer, Fungsi Hotplate Stirrer, Jenis-Jenis Hotplate Stirrer, Cara Menggunakan Hotplate Stirrer, Tips Menggunakan Hotplate Stirrer, Cara Merawat Hotplate Stirrer, Kalibrasi Hotplate Stirrer, Kisaran Harga Hotplate Stirrer hingga FAQ Seputar Hotplate Stirrer. Penasaran dengan fungsi dan cara menggunakan alat ini? Mari kita simak artikel berikut.

PT. Andaru Analitika Sains sebagai konsultan alat laboratorium menjual Hotplate Stirrer dengan berbagai ukuran. Untuk informasi lebih lengkap, anda bisa menghubungi customer service kami via whatsapp 087777277740, telepon (0251) 7504679 atau berkunjung ke kantor langsung. Link pengetahuan produk hotplate stirrer penulis sertakan pada link : jual hotplate stirrer.

jual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

alat hotplate stirrer

Hotplate Stirrer

Pengertian Hotplate Stirrer

Apa itu hotplate stirrer ? Apakah anda pernah mendengarnya ? Hotplate stirrer adalah alat yang digunakan untuk melakukan pemanasan dan pengadukan pada suatu larutan, yang bertujuan agar larutan tersebut dapat homogen. Untuk melakukan proses pengadukan tersebut, di dalam hotplate ini terdapat stir bar, atau yang juga dikenal dengan sebutan magnetic stirrer. Magnetis stirrer ini dapat mempercepat tercampurnya larutan sehingga menjadi homogen. Bagaimana sih bentuk dari stir bar tersebut? Ini dia ilustrasinya.

stir bar
Ilustrasi Stir Bar dalam Magnetic Stirrer

Magnetic stirrer bekerja dengan cara mengubah energi listrik ke panas. Pada lempengan atasnya berfungsi sebagai konduktor. Sedangkan hotplate berfungsi untuk memanaskan wadah yang terbuat dari bahan kaca.

Hotplate stirrer pun dilengkapi dengan bahan pemanas. Hal ini bertujuan untuk melakukan beragam proses reaksi kimia dari dua larutan, melakukan pemanasan dan melelehkan cairan, hingga pengadukan suatu larutan agar homogen. Bagaimana dengan cara kerjanya?

Cara kerja hotplate stirrer ini adalah berasal dari listrik yang dialirkan ke hotplate. Karena listrik tersebut sudah dialirkan ke hotplate, maka hot plate pun akan menjadi panas.

Eits, tunggu dulu. Sebelum kita lanjut ke pembahasan, bagi anda semua yang mungkin pernah menggunakan alat hotplate stirrer, boleh bagikan pengalamannya di kolom komentar ya.

Sejarah Hotplate Stirrer

Kita lanjut ke sejarah hotplate stirrer yuk sobat.

Nah, kali ini kita akan mempelajari seputar sejarah penemuan hotplate stirrer. Jadi, alat ini pertama kali ditemukan oleh Richard Stringham. Beliau merupakan peneliti asal Utah yang lahir pada tahun 1917. Awalnya, Richard Stringham menyebut alat ini  sebagai “Kutu”. Mengapa kutu?

Karena, stirrer yang didalamnya dapat melompat dan berputar di dalam labu. Hingga akhirnya, setelah satu abad kemajuan teknologi, pengaduk laboratorium saat ini masih menyerupai desain aslinya. Medan listrik di bawah alas tersebut lah yang menyebabkan batang pengaduk magnet berputar.

Teknologi terus berkembang, hingga hotplate ini begitu cepat memasuki pasar. Berikut perjalanan dari tahun ke tahun alat hotplate stirrer secara singkat :

  1. Pada tahun 1939, metode pemanasan ditambahkan ke pengaduk, hingga dapat disebut hotplate.
  2. Di tahun 1944, alat hotplate pun berkembang pelapisan dari kaca, porselen dan plastik ditambahkan untuk mencegah pengaduk dari larutan yang membahayakan.

Penggunaan Hotplate Pertama Kali

Alat hotplate stirrer ini sangat berguna dalam studi biologi. Kemajuan dalam pengadukan otomatis ini membebaskan banyak peneliti di seluruh dunia untuk mengeksplorasi proses biologis.

Hingga pada pertengahan abad ke-20, terdapat kemajuan besar dalam isolasi dan kultur bakteri. Dan dengan kemajuan pesat inilah hotplate stirrer semakin dikenal oleh para peneliti dan akhirnya digunakan di banyak berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Prinsip Kerja Hotplate Stirrer

Bagaimana prinsip kerja dari hotplate stirrer ?

Hotplate stirrer  bekerja dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi panas dan energi gerak (putar) untuk memanaskan dan mengaduk larutan. Agar larutan teraduk dan bercampur sempurna (homogen) digunakan stir bar (batang magnet) sebagai alat bantu. Sementara panas yang dihasilkan untuk mempercepat terjadinya homogenisasi larutan.

Fungsi Hotplate Stirrer

Hotplate stirrer  adalah alat laboratorium yang berfungsi untuk mengaduk dan memanaskan suatu larutan,  dengan larutan lain yang bertujuan agar larutan tersebut dapat tercampur secara homogen. Alat ini bekerja dengan cara melakukan pengadukan oleh magnetic stirrer ataupun stic bar yang terdapat di dalamnya. Dan komponen pelat yang berada di dalam peralatan pun harus dipanaskan, sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.

fungsinya di laboratorium
Fungsi Hotplate Stirrer di Laboratorium

Hotplate Stirrer di Laboratorium

Alat hotplate stirrer ini sudah sangat sering digunakan di laboratorium. Mulai dari pembelajaran di kampus hingga di laboratorium umum. Kalau di kampus sendiri, di mata pelajaran apa sih hotplate stirrer ini digunakan?

Untuk mata kuliah di kampus, biasanya hotplate stirrer ini digunakan untuk membuat larutan terlarut dapat tercampur sempurna, atau bisa kita sebut dengan hotplate stirrer. Alat ini digunakan di berbagai laboratorium kampus, seperti laboratorium kimia, biologi, hingga farmasi.

Laboratorium Kimia

Di laboratorium kimia, hotplate stirrer  digunakan untuk mencampurkan dua larutan agar dapat homogen. Larutan-larutan yang digunakan tersebut biasanya digunakan untuk melakukan eksperimen. Contohnya untuk melarutkan bahan solute dan solvent menjadi solution. Dalam hal ini, solute adalah zat terlarut. Sedangkan solvent merupakan zat pelarut. Campuran keduanya disebut sebagai larutan atau solution.

Laboratorium Farmasi

Selanjutnya di laboratorium farmasi. Pada laboratorium farmasi, hotplate stirrer memiliki fungsi yang sangat penting. Diantaranya untuk memanaskan larutan, mencairkan suatu larutan, hingga membakar plat KLT hingga untuk melihat pola kromatografi pada suatu sampel. Sebelumnya, sudah tahu apa itu kromatografi?

Kromatografi adalah teknik yang digunakan untuk melakukan pemisahan suatu larutan atau campuran menjadi partikel-partikel yang lebih kecil. Teknik kromatografi ini tak hanya dilakukan pada mata kuliah atau praktikum farmasi, tapi juga kimia dan biologi.

Laboratorium Biologi

Lalu, bagaimana pada laboratorium biologi?

Pada laboratorium biologi, sebenarnya hotplate stirrer memiliki fungsi yang hampir sama dengan kegunaannya di laboratorium kimia dan farmasi. Secara garis besar, alat ini sama-sama digunakan untuk melakukan pemanasan larutan, pengeringan plat KLT  seperti pada farmasi, hingga mencampurkan dua larutan agar homogen.

Proses Homogenisasi Menggunakan Hotplate Stirrer

Sebelumnya, apa sih yang dimaksud dengan homogenisasi ?

Homogenisasi adalah proses yang dibutuhkan untuk membuat campuran terlarut dengan sempurna menjadi homogen (seragam). Proses homogenisasi ini bukan hanya dibutuhkan saat bekerja di laboratorium penelitian saja, tapi juga diperlukan oleh perusahaan farmasi, laboratorium lingkungan dan dalam dunia industri. Proses homogenisasi dibutuhkan untuk setiap pekerjaan yang berhubungan dengan larutan dan campuran.

Nah, agar suatu larutan yang digunakan pada penelitian homogen, perlu dilakukan proses homogenisasi menggunakan alat hotplate stirrer . Dalam prosesnya, homogenisasi membutuhkan alat laboratorium seperti shaker ataupun magnetic stirrer. Proses homogenisasi membutuhkan kedua alat laboratorium ini agar larutan yang dibuat dapat tercampur secara sempurna. Penggunaan shaker maupun magnetic stirrer akan membuat pekerjaan homogenisasi lebih efisien dan terjaga, mengingat larutan yang dihomogenkan beragam.

Gambar-Gambar Alat Hotplate Stirrer

Nah, penulis akan memberikan sedikit ilustrasi mengenai alat hotplate stirrer , ada tiga gambar yang penulis tampilkan.

alat hotplate stirrer
hotplate stirrer

ilustrasi hotplate stirrer

ilustrasi alat hotplate

Bagian-Bagian Hotplate Stirrer

bagian-bagian alat hotplate
Bagian-Bagian Alat Hotplate Stirrer

Selanjutnya, yuk kita kenali bagian-bagian dari hotplate stirrer ini. Alat ini terdiri dari permukaan alas pengatur suhu, pengatur stirrer, dan display suhu. Berikut penjelasannya.

Permukaan Hot Plate (Alas)

permukaan hotplate
Permukaan Hotplate

Pertama ada permukaan hot plate. Bagian permukaan hotplate atau yang bisa disebut dengan alas ini merupakan tempat meletakkan sampel yang hendak dipanaskan. Sampel tersebut yang hendak dipanaskan ditempatkan pada alat gelas. Hotplate ini berasal dari bahan stainless steel yang sudah pasti akan sangat cepat dalam menghasilkan panas.

Pengatur Suhu

pengatur suhu dan pengatur stirrer
Ilustrasi Pengatur Suhu dan Stirrer

Selanjutnya ada pengatur suhu. Seperti yang tertera pada gambar, dapat dilihat pada hot plate terdapat tombol/knob . Tombol/knop ini bertujuan untuk pengatur suhu untuk mengatur suhu sesuai dengan yang anda inginkan. Umumnya,pengaturan suhu tersebut dilakukan mengikuti arah jarum jam, dimana semakin ke kanan suhu yang ditargetkan akan semakin tinggi. Saat knob diputar ke arah kiri, maka suhu pun akan semakin rendah.  Tapi, untuk mengukur suhu larutan, anda bisa menggunakan termometer secara langsung

Pengatur stirrer

Ketiga ada pengatur stirrer. Di era modern saat ini, hotplate stirrer  yang digunakan sudah terdapat magnetic stirrer didalamnya. Seperti gambar yang tertera di atas, dapat dilihat bahwa di sebelah kanan pengatur suhu. Di pengatur suhu tersebut terdapat  kontrol magnetic stirrer  yang berfungsi untuk mengatur kecepatan pengadukan. Untuk memudahkan dalam proses pengadukan, bagian pengatur stirrer akan sangat membantu dalam proses pengadukan larutan tersebut. Dan tentu saja hal ini akan mempermudah proses penelitian atau praktikum di laboratorium.

Display Suhu

display suhu
Ilustrasi Display Suhu

Bagian yang terakhir terdapat display suhu. Pada beberapa hotplate stirrer  terdapat display untuk memudahkan pengguna. Display ini berisi beberapa tombol, seperti on off, suhu dan waktu.

Keuntungan Menggunakan Hotplate Stirrer

Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika menggunakan hotplate stirrer . Diantaranya sebagai berikut :

  1. Pertama, metode pengoperasian alat ini masih relatif mudah dan dapat digunakan secara portable (dapat berpindah-pindah) dengan bobot alat yang relatif kecil.
  2. Kedua, hotplate stirrer memiliki kontrol temperatur dan kecepatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis larutan yang akan dihomogenkan.
  3. Ketiga, mampu melakukan pengadukan larutan hingga kapasitas 10 liter, namun harus disesuaikan dengan dimensi plat dan ukuran stirr bar.

Cara Menggunakan Hotplate Stirrer

Yuk kita masuk ke poin selanjutnya, yakni cara menggunakan hotplate stirrer . Bagaimana sih cara menggunakan hotplate stirrer yang baik dan benar?

bagaimana cara menggunakan hotplate
Bagaimana Cara Menggunakan Hotplate Stirrer

Berikut cara menggunakan hotplate stirrer di laboratorium. Check this out!

Pertama, tentu kita harus memastikan perangkat hotplate stirrer yang dimiliki dalam kondisi menyala (on). Selanjutnya, anda pun harus menyiapkan stir bar atau yang biasa disebut dengan magnetic stirrer untuk mempermudah proses pengadukan. Magnetic stirrer sendiri memiliki panjang biasanya sekitar 1-4 cm.

Dikarenakan mesin hotplate memiliki medan magnet yang terbangun dari perangkat elektromagnet stasioner, maka stir bar yang juga mengandung magnet akan tertarik memutar mengikuti putaran yang dihasilkan mesin stirrer. Saat magnetic stirrer berputar di dalam larutan, akan terjadi penarikan medan magnet, hal ini pun berarti proses pengadukan larutan akan berjalan dengan lancar. Jika kita membandingkannya dengan alat hotplate stirrer , maka fungsi stir bar ini adalah sebagai alat bantu pada hotplate stirrer.

Yang perlu diingat, alat ini mampu menghomogenkan 10 liter larutan (H20) dengan bantuan stir bar, khususnya untuk beberapa model yang kompatibel. Disamping itu, hotplate stirrer juga memiliki kecepatan pengadukan yang terbilang tinggi, yakni 1500 rpm. Sedangkan untuk setting suhunya berada di angka 500ºC, hal ini dikarenakan penggunaan hotplate stirrer dapat bermacam-macam, mulai dari larutan biasa hingga porselen. Tak perlu khawatir, kita dapat mengatur kecepatan putaran pengadukan, termasuk derajat suhu yang diinginkan melalui panel yang tersedia pada hotplate stirrer.

Cara Menggunakan Hotplate Stirrer Secara Singkat

Secara singkat, cara menggunakan hotplate stirrer adalah sebagai berikut :

  1. Hubungkan alat dengan arus listrik.
  2. Masukkan bahan yang akan dipanaskan ke dalam beaker glass dan masukkan juga magnetic stirrer ke dalamnya.
  3. Lalu letakkan beaker glass tersebut ke atas piringan Hot Plate.
  4. Putar tombol suhu ke suhu yang dikehendaki.
  5. Putar juga tombol magnetic stirrer sampai stabil.
  6. Biarkan sampai bahan mendidih.
  7. Setelah mendidih putar tombol suhu dan tombol magnetic stirrer ke angka nol.
  8. Angkat beaker glass menggunakan hot hands.
  9. Terakhir, lepaskan hubungan arus listrik.

Perbedaan Hotplate Stirrer dan Shaker

perbedaan shaker dan hotplate stirrer
Ilustrasi shaker dan hotplate stirrer

Ada kalanya pekerjaan di laboratorium membutuhkan proses homogenisasi. Terutama untuk anda yang bekerja dengan berbagai jenis larutan. Mulai dari pembuatan media agar hingga melarutkan larutan-larutan kimia.

Homogenisasi adalah proses yang dibutuhkan untuk membuat campuran terlarut dengan sempurna menjadi homogen (seragam). Proses homogenisasi ini bukan hanya dibutuhkan saat bekerja di laboratorium pengujian saja, tapi juga diperlukan oleh perusahaan farmasi, laboratorium lingkungan dan dalam dunia industri.

Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi dengan baik sebagai molekul, atom maupun ion dengan variasi komposisi. Larutan sendiri dapat berupa gas, cairan ataupun padatan dan dipengaruhi oleh temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, ion berlainan jenis, pH, hidrolisis dan pengaruh kompleks lainnya.

Sebuah larutan dikatakan encer jika mengandung sejumlah kecil solute dan relatif besar jumlah pelarut. Sedangkan sebuah larutan dikatakan pekat apabila mengandung sebagian besar solute dengan pelarut yang relatif sedikit. Solute adalah zat terlarut sedangkan solvent (pelarut) adalah berupa medium dimana solute terlarut. Ada beberapa jenis pelarut yang bisa digunakan seperti air, alkohol amoniak, kloroform, benzene, minyak dan asam asetat.

Dalam prosesnya, homogenisasi membutuhkan alat laboratorium seperti shaker ataupun magnetic stirrer. Proses homogenisasi membutuhkan kedua alat laboratorium ini agar larutan yang dibuat dapat tercampur sempurna. Penggunaan shaker maupun magnetic stirrer akan membuat pekerjaan homogenisasi lebih efisien dan aman, mengingat larutan yang dihomogenkan beragam dan bisa jadi merupakan larutan kimiawi. Sebelumnya, apakah anda sudah tahu apakah yang dimaksud dengan proses homogenisasi? Silakan lihat ilustrasinya dulu di bawah ini ya.

proses homogenisasi
Ilustrasi proses homogenisasi Larutan

Lantas, apa sih perbedaan dari shaker dan hotplate stirrer ?

Perbedaan Shaker dan Stirrer

Sebenarnya, hotplate stirrer dan shaker sama-sama dapat digunakan sebagai homogenizer, hanya saja setiap alat yang berfungsi sebagai homogenizer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Darimana kita dapat melihat perbedaan kedua alat tersebut?

Alat laboratorium stirrer membantu proses homogenisasi lebih tenang dengan gerakan memutar yang dibantu batang pengaduk. Nah, jika membahas stirrer, kita juga akan bertemu dengan yang namanya magnetic bar/stir bar. Ini dia yang menjadi pembeda antara hotplate stirrer dan juga shaker. Pada alat laboratorium shaker, proses homogenisasi dilakukan dengan sistem getar atau jungkat-jungkit yang akan menimbulkan goncangan pada larutan.

Tips Menggunakan Hotplate Stirrer

Dalam menggunakan suatu alat, kita harus menerapkan beberapa tips yang bisa diterapkan. Berikut tips menggunaka hotplate yang harus anda lakukan.

  1. Selalu matikan hot plate saat tidak digunakan. Selain saklar daya pemanas, saklar daya utama hot plate harus dimatikan.

  2. Pastikan kabel listrik tersebut tidak bersentuhan dengan alas hot plate.

  3. Hindari penggunaan hot plate tanpa pengawasan jika memungkinkan. Jika pemanasan tanpa pengawasan tidak dapat dihindari, pertimbangkan untuk menggunakan sistem tambahan seperti timer pra-setel atau pematian suhu tinggi otomatis.

  4. Pada beberapa hotplate stirrer dengan magnetic stirrer gabungan, kontrol untuk pengaduk dan pengatur suhu terlihat sama. Perhatikan kontrol untuk membedakan fungsinya.

  5. Pada beberapa model, kontrol suhu dapat diputar dari suhu rendah (“LOW”) ke “OFF” lalu ke suhu tinggi (“HI”) sambil berputar ke arah yang sama. Karena, bukan tidak mungkin pengguna tidak sadar memutar melewati posisi “OFF” ke posisi “HI”, akhirnya memicu kebakaran jika memanaskan minyak mineral.

  6. Permukaan hot plate harus lebih besar dari wadah yang dipanaskan.

Saat Mendidihkan Larutan

  1. Saat anda sedang mendidihkan atau memanaskan larutan, pastikan anda menambah batu didih agar proses pendidihan berjalan lancar.

  2. Perhatikan diri anda jika sedang mengentalkan larutan ya. Karena, jika kelembaban nya terlalu rendah, maka wadah akan terkena panas, dan dapat mengakibatkan keretakan pada wadah hotplate.

  3. Atur suhu agar tidak terlalu panas tapi juga tidak terlalu dingin Jangan atur suhu tinggiuntuk memanaskan cairan dengan titik didih yang rendah.

  4. Jauhkan hotplate stirrer dari bahan kimia yang mudah terbakar. Hal ini dikarenakan hotplate stirrer akan tersambung dengan listrik, dan dapat mempengaruhi kerja dari alat tersebut.

  5. Jangan memanaskan bahan yang memiliki sifat oksidasi kuat. Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan beberapa reaksi.

  6. Lakukan pemanasan dengan titik didih 30-60 °, karena hal ini dapat menimbulkan risiko kebakaran, wah jangan sampai terjadi ya. Gunakan waterbath agar distribusi panas lebih merata dan suhu pun akan lebih kontrol. Jangan gunakan gelas kimia atau labu terbuka untuk mendidihkan pelarut ini, gunakanlah kondensor.

  7. Jika sistem pemanas sudah panas maka reagen atau pelarut harus ditambahkan menggunakan dropping funnel (sistem tertutup) bukan corong sederhana (Gambar. 4). Menambahkan bahan-bahan ini secara langsung akan membuat api berkobar dan kelembapan akan terserap.

  8. Perhatikan kondensor dan bagian-bagianny. Karena, air dapat merusak alat hotplate, dan lama kelamaan dapat merusak mesin alat ini sendiri.

  9. Gunakan sarung tangan atau penjepit termal untuk mengeluarkan benda panas dari hot plate.

  10. Hindari melakukan reaksi suhu / tekanan tinggi tanpa pengawasan.

Cara Merawat Hotplate Stirrer

Dalam menggunakan suatu alat, kita harus memperhatikan cara merawat alat laboratorium yang digunakan, termasuk  hotplate stirrer . Berikut yang bisa anda terapkan.

  1. Pertama, setelah digunakan dalam penyajian hidangan, hotplate sebaiknya direndam atau disiram menggunakan air hangat terlebih dahulu.
  2. Kemudian digosok dengan sikat halus untuk menghilangkan lemak. Jangan sesekali menggunakan sikat kawat karena dapat merusak lapisan piring besi/baja.
  3. Setelah dicuci, bilas dengan air bersih dan tiriskan dengan posisi miring dan seka dengan lap agar cepat kering.
  4. Jika perlu, panaskan sebentar untuk memastikan air benar-benar telah hilang dari hotplate stirrer . Air yang masih tersisa inilah yang akan menyebabkan wadah berkarat.
  5. Selain itu, mengoleskan mentega maupun minyak goreng juga cukup manjur dalam mencegah karat pada wadah ini.
  6. Dan yang terakhir yaitu simpan hot plate pada posisi miring di tempat kering dalam suhu ruangan.

Kalibrasi Hotplate Stirrer

Setiap menggunakan alat laboratorium, penting untuk kita melakukan kalibrasi alat tersebut, salah satunya kalibrasi hotplate stirrer . Sebelumnya, apa anda sudah tahu apa itu kalibrasi ?

Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Berikut cara kalibrasi alat hotplate stirrer yang bisa anda lakukan.

  1. Gunakan tachometer untuk mengukur kecepatan motor.
  2. Thermometer digunakan untuk mengukur suhu.
  3. Stopwatch digunakan untuk pengaturan waktunya.

Kisaran Harga Hotplate Stirrer

Berapa kisaran harga alat hotplate stirrer ini?

Di tahun 2021 ini, kisaran harga hotplate berada di angka 6 jutaan hingga 25 jutaan.

FAQ Seputar Hotplate Stirrer

1- Apa Yang Dimaksud dengan Hotplate Stirrer ?

Hotplate stirrer  adalah peralatan laboratorium yang digunakan untuk memanaskan dan mengaduk larutan satu dengan larutan lain yang bertujuan untuk membuat suatu larutan homogendengan bantuan pengaduk batang magnet (stir bar). Perangkat pemanas ini bekerja dengan prinsip mengubah energi listrik dan energi panas, dan lempengan atasnya berperan sebagai konduktor. Hotplate aman untuk memanaskan wadah berbahan kaca.

2- Bagaimana Sejarah Penemuan Hotplate Stirrer ?

Alat ini pertama kali ditemukan oleh Richard Stringham. Beliau merupakan peneliti asal Utah yang lahir pada tahun 1917. Awalnya, Richard Stringham menyebut alat ini  sebagai “Kutu”. Mengapa kutu?

Karena, stirrer yang didalamnya dapat melompat dan berputar di dalam labu. Hingga akhirnya, setelah satu abad kemajuan teknologi, pengaduk laboratorium saat ini masih menyerupai desain aslinya. Medan listrik di bawah alas tersebut lah yang menyebabkan batang pengaduk magnet berputar.

Teknologi terus berkembang, hingga hotplate stirrer ini begitu cepat memasuki pasar. Berikut perjalanan dari tahun ke tahun alat hotplate stirrer secara singkat :

  1. Pada tahun 1939, metode pemanasan ditambahkan ke pengaduk, hingga dapat disebut hotplate.
  2. Di tahun 1944, alat hotplate pun berkembang pelapisan dari kaca, porselen dan plastik ditambahkan untuk mencegah pengaduk dari larutan yang membahayakan.

3- Apa Fungsi Alat Ini Secara Umum ?

Hotplate stirrer  adalah alat laboratorium yang berfungsi untuk mengaduk dan memanaskan suatu larutan,  dengan larutan lain yang bertujuan agar larutan tersbebut dapat tercampur secara homogen. Alat ini bekerja dengan bantuan pengaduk batang magnet (stir bar). Pelat (plate) yang terdapat dalam peralatan dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.

4- Bagaimana Fungsi Alat Ini di Laboratorium Farmasi?

Selanjutnya di laboratorium farmasi. Pada laboratorium farmasi, hotplate stirrer memiliki fungsi yang sangat penting. Diantaranya untuk memanaskan larutan, mencairkan suatu larutan, hingga membakar plat KLT hingga untuk melihat pola kromatografi pada suatu sampel. Sebelumnya, sudah tahu apa itu kromatografi?

Kromatografi adalah sebuah teknik dalam penelitian yang digunakan untuk memisahkan komponen campuran menjadi bagian-bagian partikel penyusun komponen tersebut. Teknik kromatografi ini tak hanya dilakukan pada mata kuliah atau praktikum farmasi, tapi juga kimia dan biologi.

5- Apa Fungsi Hotplate Stirrer di Laboratorium Kimia ?

Di laboratorium kimia, hotplate stirrer digunakan untuk mencampurkan dua larutan agar dapat homogen. Larutan-larutan yang digunakan tersebut biasanya digunakan untuk melakukan eksperimen. Contohnya untuk melarutkan bahan solute dan solvent menjadi solution. Dalam hal ini, solute adalah zat terlarut. Sedangkan solvent merupakan zat pelarut. Campuran keduanya disebut sebagai larutan atau solution.

6- Bagaimana Fungsi Hotplate Stirrer di Laboratorium Biologi?

Lalu, bagaimana pada laboratorium biologi?

Pada laboratorium biologi, sebenarnya hotplate stirrer memiliki fungsi yang hampir sama dengan kegunaannya di laboratorium kimia dan farmasi. Secara garis besar, alat ini sama-sama digunakan untuk melakukan pemanasan larutan, pengeringan plat KLT  seperti pada farmasi, hingga mencampurkan dua larutan agar homogen.

7- Bagaimana Prinsip Kerja Hotplate Stirrer ?

Hotplate stirrer  memiliki prinsip kerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas dan energi gerak (putar) untuk memanaskan dan mengaduk larutan. Agar larutan teraduk dan bercampur sempurna (homogen) digunakan stir bar (batang magnet) sebagai alat bantu. Sementara panas yang dihasilkan untuk mempercepat terjadinya homogenisasi larutan.

8- Apa Saja Bagian-Bagian Hotplate Stirrer ?

Ada berapa saja bagian-bagian yang terdapat pada hotplate stirrer , diantaranya permukaan hotplate (alas), pengatur suhu, pengatur stirrer, display suhu. Berikut penjelasannya.

Permukaan Hot Plate (Alas)

Pertama ada permukaan hotplate. Bagian permukaan hotplate atau yang bisa disebut dengan alas ini merupakan tempat meletakkan sampel yang hendak dipanaskan. Sampel tersebut yang hendak dipanaskan ditempatkan pada alat gelas. Hotplate ini berasal dari bahan stainless steel yang sudah pasti akan sangat cepat dalam menghasilkan panas.

Pengatur Suhu

Selanjutnya ada pengatur suhu. Seperti yang tertera pada gambar, dapat dilihat pada hotplate stirrer  terdapat tombol/knob  pengatur suhu untuk mengatur suhu sesuai dengan target yang perlu dicapai. Umumnya,pengaturan suhu tersebut dilakukan mengikuti arah jarum jam, dimana semakin ke kanan suhu yang ditargetkan akan semakin tinggi. Saat knob diputar ke arah kiri, maka suhu pun akan semakin rendah. Tapi, jika anda ingin mengukur suhu larutan, anda bisa langsung menggunakan termometer.

Pengatur stirrer

Ketiga ada pengatur stirrer. Di era modern saat ini, hotplate stirrer   yang digunakan sudah terdapat magnetic stirrer didalamnya. Seperti gambar yang tertera di atas, dapat dilihat bahwa di sebelah kanan pengatur suhu. Di pengatur suhu tersebut terdapat  kontrol magnetic stirrer yang berfungsi untuk mengatur kecepatan pengadukan. Untuk mempermudah dalam pengadukan, stirrer ini dapat dimaksimalkan sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengadukan secara manual. Dan tentu saja hal ini akan mempermudah proses penelitian atau praktikum di laboratorium.

Display Suhu

Bagian yang terakhir terdapat display suhu. Pada beberapa hot plate terdapat tampilan (display) suhu untuk memudahkan pengguna dalam mengatur pemanasan sampel.

9- Bagaimana Cara Menggunakan Hotplate Stirrer ?

Secara singkat, cara menggunakan hotplate stirrer adalah sebagai berikut :

  1. Hubungkan alat dengan arus listrik.
  2. Masukkan bahan yang akan dipanaskan ke dalam beaker glass dan masukkan juga magnetic stirrer ke dalamnya.
  3. Lalu letakkan beaker glass tersebut ke atas piringan Hot Plate.
  4. Putar tombol suhu ke suhu yang dikehendaki.
  5. Putar juga tombol magnetic stirrer sampai stabil.
  6. Biarkan sampai bahan mendidih.
  7. Setelah mendidih putar tombol suhu dan tombol magnetic stirrer ke angka nol.
  8. Angkat beaker glass menggunakan hot hands.
  9. Terakhir, lepaskan hubungan arus listrik.

10- Bagaimana Cara Merawat Hotplate Stirrer ?

Berikut cara merawat hotplate stirrer yang bisa anda lakukan.

  1. Pertama, setelah digunakan dalam penyajian hidangan, hot plate sebaiknya direndam atau disiram menggunakan air hangat terlebih dahulu.
  2. Kemudian digosok dengan sikat halus untuk menghilangkan lemak. Jangan sesekali menggunakan sikat kawat karena dapat merusak lapisan piring besi/baja.
  3. Setelah dicuci, bilas dengan air bersih dan tiriskan dengan posisi miring dan seka dengan lap agar cepat kering.
  4. Jika perlu, panaskan sebentar untuk memastikan air benar-benar telah hilang dari hot plate. Air yang masih tersisa inilah yang akan menyebabkan wadah berkarat.
  5. Selain itu, mengoleskan mentega maupun minyak goreng juga cukup manjur dalam mencegah karat pada wadah ini.
  6. Dan yang terakhir yaitu simpan hot plate pada posisi miring di tempat kering dalam suhu ruangan.

11- Bagaimana Kalibrasi Alat Hotplate Stirrer Yang Baik dan Benar ?

Sebelumnya, apa anda sudah tahu apa itu kalibrasi ?

Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Berikut cara kalibrasi alat ini yang bisa anda lakukan.

  1. Gunakan tachometer untuk mengukur kecepatan motor.
  2. Termometer digunakan untuk mengukur suhu.
  3. Stopwatch digunakan untuk pengaturan waktunya.

12- Apa Perbedaan Alat Hotplate dan Shaker ?

Sebenarnya, hotplate stirrer dan shaker sama-sama dapat digunakan sebagai homogenizer, hanya saja setiap alat yang berfungsi sebagai homogenizer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Darimana kita dapat melihat perbedaan kedua alat tersebut?

Alat laboratorium stirrer membantu proses homogenisasi lebih tenang dengan gerakan memutar yang dibantu batang pengaduk. Berbeda dengan stirrer, alat laboratorium shaker melakukan proses homogenisasi dengan sistem getar atau jungkat-jungkit yang akan menimbulkan goncangan pada larutan.

13- Apa Saja Tips Menggunakan Alat Hotplate Stirrer ?

Ada beberapa tips menggunakan alat hotplate yang bisa anda lakukan dan terapkan, diantaranya :

  1. Selalu matikan hotplate stirrer saat tidak digunakan. Selain saklar daya pemanas, saklar daya utama hot plate harus dimatikan.

  2. Pastikan kabel listrik tidak menyentuh alas hot plate.

  3. Hindari penggunaan hot plate tanpa pengawasan jika memungkinkan. Jika pemanasan tanpa pengawasan tidak dapat dihindari, pertimbangkan untuk menggunakan sistem tambahan seperti timer pra-setel atau pematian suhu tinggi otomatis.

  4. Pada beberapa hot plate dengan magnetic stirrer gabungan, kontrol untuk pengaduk dan pengatur suhu terlihat sama. Perhatikan kontrol untuk membedakan fungsinya.

  5. Pada beberapa model, kontrol suhu dapat diputar dari suhu rendah (“LOW”) ke “OFF” lalu ke suhu tinggi (“HI”) sambil berputar ke arah yang sama. Bukan tidak mungkin pengguna tidak sadar memutar melewati posisi “OFF” ke posisi “HI”, akhirnya memicu kebakaran jika memanaskan minyak mineral.

  6. Permukaan hot plate harus lebih besar dari wadah yang dipanaskan.

Saat Mendidihkan Larutan

  1. Saat anda sedang mendidihkan atau memanaskan larutan, pastikan anda menambah batu didih agar proses pendidihan berjalan lancar.
  2. Berhati-hatilah saat mengentalkan bahan di dalam wadah sampai benar-benar kering. Jika terlalu sedikit kelembabannya dan wadah tetap terkena panas dapat mengakibatkan keretakan pada wadah.

  3. Gunakan pengaturan sedang hingga sedang-tinggi untuk memanaskan sebagian besar cairan, termasuk air. Jangan gunakan pengaturan tinggi untuk memanaskan cairan dengan titik didih rendah.

  4. Jauhkan bahan kimia yang mudah terbakar atau mudah terbakar dari kompor listrik; permukaan dan elemen dapat mencapai “Suhu Titik Nyala” dari banyak bahan kimia.

  5. Jangan memanaskan bahan pengoksidasi kuat jika memanaskan minyak. Reaksi dapat terjadi jika terjadi kebocoran atau luapan.

  6. Usahakan untuk melakukan pemanasan pada pelarut terlebih dahulu, untuk menghindari resiko kebakaran. Jangan lupa gunakan waterbath agar distribusi panas bisa lebih merata. Jangan gunakan gelas kimia atau labu terbuka untuk mendidihkan pelarut ini, gunakanlah kondensor.

  7. Jika sistem pemanas sudah panas maka reagen atau pelarut harus ditambahkan menggunakan dropping funnel (sistem tertutup) bukan corong sederhana (Gambar. 4). Menambahkan bahan-bahan ini secara langsung akan membuat api berkobar dan kelembapan akan terserap.

  8. Jangan lupa untuk perhatikan kondensor agar terhindari dari kebocoran. Karena, air tersebut perlahan dapat menyebabkan kerusakan pada alat hotplate.

  9. Gunakan sarung tangan atau penjepit termal untuk mengeluarkan benda panas dari hot plate.

  10. Hindari melakukan reaksi suhu / tekanan tinggi tanpa pengawasan.

14- Berapa Kisaran Harga Alat Hotplate Stirrer ?

Berapa kisaran harga alat hotplate stirrer ini?

Di tahun 2021 ini, kisaran harga hotplate berada di angka 6 jutaan hingga 25 jutaan.

Ditulis Oleh : DNA

Sumber dan Referensi : Labnet International

Sebagai informasi tambahan, PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang menyediakan solusi lengkap kebutuhan alat laboratorium. Bagi anda yang membutuhkan alat laboratorium bisa mengunjungi alamat googlemaps, menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link brand dan produk alat laboratorium tersedia pada tautan : List Brand Alat Laboratoriumjual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Sampai sini dulu artikel mengenai alat hotplate stirrer yang berisi tentang Pengertian Hotplate Stirrer, Sejarah Hotplate Stirrer, Fungsi Hotplate Stirrer, Jenis-Jenis Hotplate Stirrer, Cara Menggunakan Hotplate Stirrer, Tips Menggunakan Hotplate Stirrer, Cara Merawat Hotplate Stirrer, Kalibrasi Hotplate Stirrer, Kisaran Harga Hotplate Stirrer hingga FAQ Seputar Hotplate Stirrer. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi seputar alat hotplate stirrer ya. Semangat terus sobat laborians, sampai jumpa di artikel selanjutnya. Stay healthy guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *