Dissolution Tester – Pengertian, Fungsi dan Cara Penggunaan

Dissolution tester – Dissolution tester adalah suatu alat laboratorium dalam bidang farmasi yang digunakan untuk mengetahui proses kelarutan suatu zat aktif yang terkandung dalam sediaan obat. Pada artikel kali ini, penulis akan membahas mengenai pengertian dissolution tester, fungsi dissolution tester, prinsip kerja, cara menggunakannya, dan hal lainnya yang berhubungan dengan dissolution tester. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak artikel berikut.

PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang memiliki produk Dissolution Tester ideal untuk laboratorium anda. Bagi anda yang membutuhkan alat Dissolution Tester bisa menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link produk Dissolution Tester tersedia pada tautan : Dissolution Testing DIS 600ijual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Jika diantara anda ada yang sudah sering menggunakan dissolution tester dan memiliki pengetahuan lain tentang alat ini, silahkan berbagi di kolom komentar ya.

alat dissolution tester
Mengenal Alat Dissolution Tester

Pengertian Dissolution Tester

Dissolution tester atau yang biasa disebut dengan nama lain yaitu, alat uji disolusi, dissolution test atau alat disolusi. Secara umum, dissolution tester adalah suatu alat laboratorium dalam bidang farmasi yang digunakan untuk mengetahui proses kelarutan suatu zat aktif yang terkandung dalam obat dan dialui dengan metode Uji disolusi. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, uji disolusi merupakan penetapan kesesuaian sediaan dengan persyaratan disolusi yang tertera. Alat dissolution tester ini sangat berhubungan dengan sediaan farmasetika. Berikut beberapa sediaan obat yang memerlukan uji disolusi menggunakan dissolution tester, yaitu:

  • Sediaan obat yang tidak memerlukan studi in vivo.
  • Jenis obat yang hanya berbeda kekuatan uji disolusi dan memiliki kekuatan yang lebih rendah seperti: tablet lepas cepat, kapsul yang berisi butir-butir lepas lambat dan tablet lepas lambat.
  • Obat yang mengandung zat aktif yang digunakan untuk pengobatan penyakit gawat.
  • Suatu obat yang zat aktifnya memiliki jarak terapinya relatif kecil (LD50/ED50).
  • Terkandung zat aktif yang dapat berubah menjadi bentuk tidak larut dalam cairan pencernaan.

Apa itu Disolusi?

Disolusi adalah salah satu peristiwa kerja yang berhubungan dengan zat aktif dalam sediaan obat dan berfungsi sebagai tahap atau proses terapi pada saat obat masuk ke dalam tubuh. Pengujian disolusi biasanya dilakukan untuk mengetahui pelepasan suatu zat aktif dari obat dalam bentuk sediaan menjadi bentuk terlarut secara in vitro. Proses disolusi berhubungan dengan objek mutu obat yaitu usaha suatu sediaan obat dalam mencapai tujuan, karena obat akan efektif jika zat aktif dalam obat dapat sampai dengan reseptor dalam jumlah yang cukup.

Prinsip penentuan disolusi bahan aktif suatu sediaan obat yaitu dengan menentukan banyaknya jumlah bahan aktif yang terlarut pada setiap pergantian waktu tertentu. Pengukuran disolusi ini dapat dilakukan terhadap 5 tablet, setelah itu di ukur satu per satu menggunakan dissolution tester.

Macam-Macam Uji Disolusi Obat

Secara umum, uji disolusi obat terbagi menjadi 2, yaitu:

Uji Disolusi Instrinsik (Hakiki)

Pada pengujian ini akan dilakukan suatu penetapan zat aktif yang telah terdisolusi dalam suatu sistem yang luas permukaannya dan selalu dibuat secara terus menerus.

Uji Disolusi Nyata

Disolusi nyata ini merupakan suatu metode yang digunakan oleh Farmakope Indonesia untuk menetapkan kecepatan disolusi suatu zat aktif dari sediaan obat seperti tablet atau kapsul. Uji disolusi nyata juga menyatakan banyaknya jumlah zat aktif yang terdisolusi dalam satu waktu tertentu. Dalam hal ini, luas permukaan zat aktif dapat berubah dengan waktu yang berbeda. Tablet yang tidak bersintegrasi menunjukkan pengurangan luas permukaan obat sejak awal proses disolusi dimulai.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Uji Disolusi Obat Secara In Vitro

Kecepatan Pengadukan

Dalam Farmakope Indonesia edisi IV, tiap uji disolusi memiliki kecepatan pengadukan yang ditetapkan dengan satuan rpm (revolutions per minutes). Jika ditetapkan, kecepatan 100 rpm untuk alat 1 metode basket, dan 50 rpm untuk alat 2 metode dayung. Kecepatan pengadukan harus sama selama pengujian.

Seringkali, selama berjalannya proses pengujian, motor pemutar pengaduk dapat bergerak secara lambat atau cepat. Oleh karena itu, harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dan sesudah dilakukan pengujian disolusi. Menentukan kecepatan disolusi obat pada rentang pH larutan merupakan hal yang sangat penting karena dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah persentase zat aktif dalam sediaan obat yang dapat terlarut dan terabsorbsi atau terserap masuk ke dalam peredaran darah sehingga dapat memberikan efek terapi pada tubuh.

Jika pengadukan dilakukan dengan cepat, maka proses disolusi juga semakin cepat. Begitu pula sebaliknya, jika pengadukan dilakukan dengan lambat, maka proses disolusi obat juga akan lambat.  Pengadukan juga mempengaruhi tebal lapisan difusi. Bila pengadukan cepat maka lapisan difusi kecil sehingga kecepatan disolusi bertambah.

Suhu Medium

Jika suhu pada proses disolusi tinggi, maka viskositas akan turun sehingga koefisien difusi zat aktif dari sediaan obat otomatis akan naik.

pH Medium

Kecepatan pada proses disolusi akan menyebabkan kenaikan kadar asam lemah yang ditandai dengan naiknya pH dan kecepatan disolusi basa lemah akan menurun dengan turunnya nilai pH.

Viskositas medium

Viskositas yang besar akan memberikan suatu koefisien difusi yang kecil, sehingga kecepatan disolusi menjadi lebih berkurang dari yang sebelumnya.

Sifat Fisika dan Kimia Bahan Aktif

Sifat fisika dan kimia bahan aktif termasuk dalam sifat hidrofil-hidrofob, jika bahan hidrofob terdispersi pada media disolusi maka luas permukaan partikel yang berhubungan dengan media disolusi menjadi lebih berkurang.

  • Ukuran Partikel : semakin kecil ukuran partikel, maka luas permukaannya semakin besar sehingga hasil disolusi obat juga akan semakin besar.
  • Kelarutan : suatu kelarutan bahan aktif akan berbanding lurus dengan kecepatan disolusi. Jadi, kelarutan zat aktif suatu obat tergantung dengan kecepatan disolusi yang digunakan.

Tegangan permukaan antara bahan obat dengan medium disolusi

Kecepatan disolusi akan naik jika ada penambahan surfaktan pada senyawa hidrofob. Pada proses ini, surfaktan akan menurunkan tegangan permukaan antara senyawa tersebut dengan media sehingga proses disolusi menjadi naik, akibatnya kecepatan disolusi akan menjadi lebih besar.

Faktor Formulasi

  • Bahan Pengisi : Kecepatan disolusi akan semakin cepat jika granul yang digunakan terbuat dari bahan pengisi yang bersifat hidrofil. Sehingga permukaan granul lebih mudah terbasahi oleh medium disolusi terutama untuk bahan aktif yang bersifat hidrofob.
  • Pengikat : Kecepatan disolusi akan lambat jika menggunakan bahan pengikat yang bersifat hidrofob, sedangkan kecepatan disolusi akan menjadi cepat jika menggunakan bahan pengikat yang bersifat yang hidrofil.
  • Penghancur : Penggunaan bahan penghancur akan menyebabkan terpecahnya granul sehingga kontak bahan aktif dengan medium disolusi menjadi besar dan kecepatan disolusi akan menjadi lebih besar dari yang sebelumnya.
  • Ukuran granul : semakin kecil ukuran granul, maka kecepatan disolusi akan semakin besar.
  • Bahan lubrikan : Bahan lubrikan yang digunakan pada proses disolusi umumnya bersifat hidrofob sehingga akan memperlambat kecepatan disolusi, tetapi lubrikan yang bersifat menurunkan tegangan permukaan akan mempercepat disolusi.
  • Bahan pembasah : surfaktan merupakan salah satu bahan pembasah. Tujuan penambahan bahan surfaktan adalah untuk meningkatkan kelarutan dari senyawa yang bersifat hidrofob sehingga dapat mempercepat proses disolusi.

Faktor Teknik Pembuatan

Kecepatan disolusi akan berkurang jika ditambahkan dengan daya kompressi ikat antar partikel, tetapi jika dengan bertambahnya daya kompressi menyebabkan berkurangnya daya ikat antar partikel, maka kecepatan disolusi akan bertambah besar.

Metode Penentuan Disolusi Obat

Ada dua metode disolusi obat yang biasa dilakukan pada suatu analisa kelarutan, yaitu:

Metode Suspensi

pada metode suspensi, serbuk zat padat yang ditambahkan ke dalam pelarut tanpa pengontrolan terhadap luas permukaan partikelnya. Pengambilan suatu sampel hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja dan jumlah zat yang larut ditentukan dengan cara yang sesuai atau sudah ditentukan pada proses disolusi.

Metode Permukaan Konstan

Suatu zat diletakkan dalam sebuah wadah yang sudah diketahui luasnya sehingga variabel perbedaan luas permukaan efektif dapat diabaikan atau tidak terlalu penting. Umumnya, zat diubah menjadi tablet terlebih dahulu, kemudian baru ditentukan seperti pada metode suspensi.

Fungsi Dissolution Tester

Alat dissolution tester adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya jumlah zat aktif larut dalam cairan tubuh (simulasi) pada sediaan obat. Pada bidang industri farmasi, dissolution tester memiliki fungsi untuk menjelaskan atau menghasilkan bentuk dosis obat dan mengembangkan spesifikasi kualitas mutu sediaan. Dissolution test merupakan suatu pengujian biofarmasetik yang sangat penting dilakukan untuk menjamin efektifitas obat dan memiliki korelasi (nilai kekuatan) dengan bidang farmakokinetik.

Laju disolusi obat sangat diperlukan karena menyangkut tentang waktu yang dibutuhkan untuk pelepasan zat aktif pada suatu sediaan obat dalam bentuk sediaan dan di absorbsi di dalam tubuh. Jadi, semakin cepat disolusinya maka akan semakin cepat pula obat atau sediaan memberikan efek terapi kepada tubuh.

Prinsip Kerja Dissolution Tester

Secara umum, alat dissolution tester ini memiliki prinsip kerja yaitu dengan memberikan suatu tekanan (kompresi) pada tablet dan mengukur pada tekanan dengan menentukan berapa jumlah tablet yang retak atau hancur. Menurut Dirjen POM Tahun 1995, prinsip kerja alat dissolution tester dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Alat dissolution tester ini terdiri dari sebuah wadah tertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan yang inert, dengan suatu batang logam yang digerakkan oleh mesin dan keranjang yang berbentuk silinder dan dipanaskan dengan tangas air pada suhu 37°C.
  • Jenis alat laboratorium yang digunakan adalah  yang terdiri dari daun sebagai dayung dan batang sebagai pengaduk. Batang berada pada posisi sedemikian, sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertical wadah dan berputar halus tanpa goyangan.

Jenis-Jenis Dissolution Tester

Alat dissolution tester yang banyak digunakan di laboratorium tentunya memiliki beberapa jenis dengan spesifikasi, merk, dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenisnya yang penulis rangkum, yaitu:

Jenis Keranjang (Basket)

Dissolution tester jenis keranjang ini pada mulanya diusulkan oleh Pernarowski pada tahun 1968. Metode keranjang ini dapat menunjukkan suatu upaya dengan membatasi posisi bentuk sediaan untuk memberikan hasil yang maksimum antara suatu permukaan solid dengan cairan yang tetap.

Ilustrasi gambar dissolution basket
Ilustrasi Dissolution Basket

Namun, dissolution tester ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu memiliki kemungkinan besar terjadinya penyumbatan pada zat  menyumbat kasa keranjang, sangat peka terhadap gas terlarut dalam media disolusi, kecepatan aliran yang kurang memadai ketika partikel meninggalkan keranjang dan mengapung dalam media disolusi, serta kesulitan dalam melakukan konstruksi saat proses disolusi. Metode keranjang ini sering disebut sebagai metode alat 1.

Komponen Dissolution Jenis Keranjang (Basket)

  • Sebuah wadah tertutup menyerupai waterbath yang digunakan untuk menampung air dan suhunya diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai suhu tubuh sekitar 37°C.
  • Terdapat 6 buah chamber atau wadah yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang bersifat inert dan digunakan sebagai penampung medium disolusi yang digunakan sesuai ketentuan zat aktif dalam suatu obat.
  • Motor atau poros penggerak yang bekerja dengan cara memutar batang logam saat proses pengujian disolusi berlangsung.
  • Suatu batang logam yang digerakkan oleh motor atau poros penggerak. Batang logam berada pada posisi yang sudah ditentukan sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah, berputar dengan halus tanpa goyangan.
  • Sebuah keranjang yang berbentuk silinder.
  • Suatu alat pengatur kecepatan yang digunakan untuk memilih kecepatan putaran yang diinginkan dan mempertahankan kecepatan seperti yang terdapat dalam masing masing daftar dalam batas lebih kurang 4%.

Jenis Dayung (Paddle)

Dayung pertama kali dibuat oleh Peneliti asal Amerika Serikat yang bernama Poole pada tahun 1969. Metode ini sangat berguna dalam mengatasi keterbatasan metode keranjang saat berputar. Metode ini sangat baik digunakan pada sistem otomatis.

Ilustrasi gambar dissolution paddle
Ilustrasi Dissolution Puddle

Alat Jenis dayung ini sama seperti jenis keranjang (basket), yang membedakan adalah pada jenis dayung yang terdiri dari daun atau baling baling (propellor) dan batang sebagai pengaduk.

Mekanisme Kerja Jenis Dayung

Proses kerja jenis dayung yaitu daun (propellor) melewati diameter batang sehingga dasar baling baling dan batang posisinya rata. Jarak 25 mm ± 2mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung. Dan juga digunakan sepotong kecil bahan inert seperti gulungan kawat berbentuk spiral yang bertujuan untuk mencegah pengapungan pada sediaan.  Adapun prosedur uji yang dilakukan pada dissolution tester tipe ini, yaitu:

  1. Masukkan air ke dalam wadah seperti water bath pada suhu 37°C.
  2. Kemudian masukkan medium disolusi yang akan digunakan dengan volume yang sudah diatur sekitar 900 atau 1000 mL dalam masing-masing chamber.
  3. Setelah suhu dalam chamber sudah mencapai 37°C , masukkan sediaan tablet atau kapsul yang akan diuji pada chamber, dan diamkan hingga tenggelam di dasar chamber.

Bagian-Bagian Dari Alat Dissolution Tester

ilustrasi bagian alat disolusi tester
Bagian Alat Dissolution Tester

Setelah membahas pengertian, fungsi dan prinsip kerja dari alat dissolution tester, pada point ini kita akan membahas bagian-bagian pada dissolution tester yang menjadi komponen pendukung dalam bekerjanya alat ini. Apa saja bagian dari alat ini? Berikut ini bagian-bagian dari alat dissolution tester yang perlu anda ketahui:

Pannel Controller

ilustrasi panel controller
Bagian Dissolution Tester Panel Controller

Panel kontrol merupakan bagian dari alat dissolution tester dan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Penggunaan panel kontrol pada dissolution tester bertujuan untuk mengatur kecepatan putaran, lamanya proses pengadukan, dan temperatur atau suhu dari bath vessel tersebut.

Drive Shaft

bagian drive shaft
Bagian Dissolution Tester Drive Shaft

Drive shaft pada alat dissolution biasa disebut sebagai batang pengaduk. Bagian ini pada dasarnya berfungsi sebagai konektor antara motor penggerak dan dayung atau basket. Batang pengaduk ini bisa di naik turunkan untuk mengatur ketinggian pada vessel.

Vessel

bagian vessel
Bagian Dissolution Tester Vessel

Vessel merupakan bagian dari alat dissolution tester yang digunakan sebagai wadah menampung cairan pelarut. Jenis vessel yang sering ditemui biasanya memiliki daya tampung sebanyak 1 liter. Namun pada beberapa alat laboratorium, terdapat vessel dengan ukuran yang lebih kecil.

Paddle

ilustrasi bagian paddle
Bagian Dissolution Tester Paddle

Paddle atau biasa disebut sebagai “dayung” merupakan bagian penting yang digunakan pada alat dissolution tester. Anda bisa memilih tipe dayung, basket atau tipe-tipe yang lainnya. Pastikan juga anda mengerti dan mengetahui cara menggunakan dissolution tester sebelum memilih jenis paddle.

Keranjang (Basket)

bagian basket
Bagian Dissolution Tester Basket

Perbedaan yang paling utama ketika menggunakan alat dissolution tester dengan tipe paddle dan basket adalah penempatan suatu sediaan obat yang akan diuji. Pada dissolution tipe basket, obat akan disimpan di dalam keranjang. Perlahan lahan,  obat akan larut dan habis sehingga akan keluar dari keranjang tanpa bisa di amati. Sedangkan pada tipe paddle atau dayung akan terlihat jelas pada bagian vessel.

Disk Holder

ilustrasi bagian disk holder
Bagian Dissolution Tester Disk Holder

Disk holder merupakan salah satu bagian dari dissolution tester yang menjadi komponen penting saat digunakan. Komponen disk holder ini memiliki fungsi sebagai penahan sediaan obat supaya tidak masuk pada posisi dasar vessel.

Rubber Seal

bagian rubber seal
Bagian Dissolution Tester Rubber Seal

Rubber seal merupakan salah satu bagian dari alat dissolution tester yang berfungsi sebagai pelindung vessel dari chamber. Umumnya, vessel dan chamber pada dissolution tester terbuat dari bahan kaca yang transparan dan bersifat inert . Nah, karena bahan kaca mudah pecah, maka media rubber atau seal digunakan sebagai pelindung dan penyangga atau pelapis. Selain sebagai penyangga dan pelindung, rubber seal juga digunakan sebagai media pengunci yang dapat menjaga vessel terhadap chamber.

Cannula

bagian cannula
Bagian Dissolution Tester Cannula

Cannula memiliki bentuk yang mirip dengan suntikan, tak heran jika cannula sering disebut sebagai syringe. Bagian ini berfungsi untuk mengambil sampel larutan atau cairan pada alat dissolution tester secara manual. Biasanya, sampel cairan dapat diambil dengan volume maksimal sebanyak 20 mL.

Resident Probe

ilustrasi redisent probe
Bagian Dissolution Tester Resident Probe

Resident probe merupakan bagian dari alat dissolution tester yang memiliki fungsi serupa dengan cannula, yaitu untuk mengambil sampel cairan atau larutan. Yang membedakan keduanya adalah, cannula hanya bisa digunakan secara manual sedangkan resident probe ini sudah bisa digunakan secara otomatis sehingga penggunaannya cukup mudah dan tidak memakan banyak waktu.

Temperature Sensor

bagian temperature sensor
Bagian Dissolution Tester Temperature Sensor

Temperature sensor merupakan bagian dari alat dissolution tester yang berperan sebagai media monitor suhu di dalam chamber. Suhu tersebut sangat mempengaruhi laju kecepatan larutnya zat aktif pada sediaan obat yang mengandalkan kecepatan putaran pada alat.

Cara Menggunakan Alat Dissolution Tester

cara menggunakan dissolution tester
Ilustrasi Cara Menggunakan Dissolution Tester

Setiap pengguna alat laboratorium, diharapkan anda juga mengetahui cara menggunakan alat tersebut dengan baik dan benar. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan alat karena ceroboh dalam menggunakannya. Adapun langkah langkah cara menggunakan dissolution tester secara umum sebagai berikut:

  1. Siapkan bahan utama sampel seperti media yang akan di uji disolusinya. Sebaiknya, sebelum pengujian dimulai anda sudah mengetahui teori tentang alat dissolution tester.
  2. Masukkan air atau aquadesh ke dalam chamber atau wadah sampai batas yang sudah ditentukan.
  3. Kemudian pasang vessel pada chamber sesuai dengan kebutuhan. Pastikan chamber yang sudah terpasang dengan baik dan terkunci rapat supaya tidak jatuh saat alatnya bekerja.Biasanya, pada alat dissolution tester, chamber berjumlah 6 sampai 8.
  4. Pasangkan drive shaft (batang pengaduk), dayung (paddle) atau keranjang (basket) dan komponen lainnya sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.
  5. Turunkan kepala alat secara perlahan dan hati-hati hingga batas yang telah ditentukan.
  6. Setting letak posisi drive shaft (batang pengaduk) pada posisi tengah dengan ketinggian sekitar 2,5cm. sebaiknya, pemasangan komponen tersebut sesuai dengan manual book yang sudah disediakan.
  7. Masukan media sampel yang akan di uji disolusinya dengan jumlah volume maksimal sebanyak 900 mL atau sesuai dengan kebutuhan.
  8. Kemudian hidupkan alat dissolution tester dengan cara menekan tombol on. lalu atur suhu (berkisar di 37°C), kecepatan putaran dan lama waktu pengadukan sesuai dengan ketentuan analisa.
  9. Ketika suhu pada temperatur controller menunjukan di kisaran 37°C, masukan sediaan obat secara bersamaan dan tekan tombol start untuk memulai proses.
  10. Tutup semua bagian vessel untuk mencegah kotoran atau benda asing masuk kedalam vessel.
  11. Setelah mencapai waktu yang telah ditentukan, ambil sampel secara bersamaan dengan hati hati. Lalu sampel tersebut bisa digunakan untuk dilakukan pengujian analisa selanjutnya menggunakan alat spektrofotometer di laboratorium.

Alasan Menggunakan Alat Dissolution Tester

Banyaknya jumlah alat dalam laboratorium dapat membantu dalam melakukan pengujian atau analisa yang tidak bisa dilakukan secara manual seperti pengujian kelarutan zat aktif pada sediaan obat. Maka dari itu, anda membutuhkan alat laboratorium yang canggih seperti dissolution tester. Berikut beberapa keuntungan menggunakan dissolution tester.

  • Alat dissolution tester dapat digunakan untuk sebagai pembanding dari hasil uji disolusi antara banyaknya formula pada sediaan obat dengan satu formula yang dapatmemberikan hasil berupa titik yang ada didalam kurva uji disolusi obat.
  • Menghasilkan data yang identik berupa hasil data secara in vitro yang memiliki beberapa pertimbangan, seperti:
  1. Peningkatan laju absorpsi suatu obat yang dapat terjadi secara in vivo sebanding dengan suatu laju dari konsentrasi obat yang terlarut dalam bentuk medium gastrik.
  2. Peningkatan laju absorpsi obat yang dapat terjadi secara in vitro harus serupa dengan lamanya waktu kelarutan suatu zat aktif dalam bentuk medium gastrik intestinal.

Harga Alat Dissolution Tester

Berbicara masalah harga dissolution tester, alat ini tergolong cukup mahal sebagai alat laboratorium. Harga dissolution tester berkisar 20 juta – 40 juta tergantung jenisnya, merk, spesifikasi dan tipe yang dibutuhkan

Dimana Kita Bisa Membeli Alat Dissolution Tester?

Alat dissolution tester ini bisa anda dapatkan di tempat penjualan alat-alat laboratorium, seperti PT. Andaru Analitika Sains. Sebagai konsultan alat laboratorium, PT. Andaru Analitika Sains juga menjual alat general lab lainnya seperti mikropipet, centrifuge, BST dan masih banyak lagi.

FAQ Alat Dissolution Tester

Apa itu dissolution tester?

Dissolution tester atau yang biasa disebut dengan nama lain yaitu, alat uji disolusi, dissolution test atau alat disolusi. Secara umum, dissolution tester adalah suatu alat laboratorium dalam bidang farmasi yang digunakan untuk mengetahui proses kelarutan suatu zat aktif yang terkandung dalam obat dan dialui dengan metode Uji disolusi

Apa yang dimaksud disolusi?

Disolusi adalah salah satu peristiwa kerja yang berhubungan dengan zat aktif dalam sediaan obat dan berfungsi sebagai tahap atau proses terapi pada saat obat masuk ke dalam tubuh.

Apa tujuan dari uji disolusi pada sediaan obat?

Pengujian disolusi biasanya dilakukan untuk mengetahui pelepasan suatu zat aktif dari obat dalam bentuk sediaan menjadi bentuk terlarut secara in vitro.

Apa yang dimaksud dengan uji disolusi intristik?

Uji disolusi intristik adalah suatupengujian disolusi yang dilakukan suatu penetapan zat aktif yang telah terdisolusi dalam suatu sistem yang luas permukaan nya dan selalu dibuat secara terus menerus.

Apa yang dimaksud dengan uji disolusi nyata?

Disolusi nyata ini merupakan suatu metode yang digunakan oleh Farmakope Indonesia untuk menetapkan kecepatan disolusi suatu zat aktif dari sediaan obat seperti tablet atau kapsul. Uji disolusi nyata juga menyatakan banyaknya jumlah zat aktif yang terdisolusi dalam satu waktu tertentu. Dalam hal ini, luas permukaan zat aktif dapat berubah dengan waktu yang berbeda.

Bagaimana prinsip kerja dari proses disolusi sediaan obat?

Secara umum, uji disolusi pada sediaan obat ini memiliki prinsip kerja yaitu dengan memberikan suatu tekanan (kompresi) pada tablet dan mengukur pada tekanan dengan menentukan berapa jumlah tablet yang retak atau hancur.

Sediaan obat apa saja yang memerlukan uji disolusi?

  • Sediaan obat yang tidak memerlukan studi in vivo.
  • Jenis obat yang hanya berbeda kekuatan uji disolusi dan memiliki kekuatan yang lebih rendah seperti: tablet lepas cepat, kapsul yang berisi butir-butir lepas lambat dan tablet lepas lambat.
  • Obat yang mengandung zat aktif yang digunakan untuk pengobatan penyakit gawat.
  • Suatu obat yang zat aktifnya memiliki jarak terapinya relatif kecil (LD50/ED50).
  • Terkandung zat aktif yang dapat berubah menjadi bentuk tidak larut dalam cairan pencernaan.

Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi uji disolusi obat?

Kecepatan Pengadukan

Dalam Farmakope Indonesia edisi IV, tiap uji disolusi memiliki kecepatan pengadukan yang ditetapkan dengan satuan rpm (revolutions per minutes). Jika ditetapkan, kecepatan 100 rpm untuk alat 1 metode basket, dan 50 rpm untuk alat 2 metode dayung. Kecepatan pengadukan harus sama selama pengujian.

Suhu

Jika suhu pada proses disolusi tinggi, maka viskositas akan turun sehingga koefisien difusi zat aktif dari sediaan obat otomatis akan naik.

pH

Kecepatan pada proses disolusi akan menyebabkan kenaikan kadar asam lemah yang ditandai dengan naiknya pH dan kecepatan disolusi basa lemah akan menurun dengan turunnya nilai pH.

Viskositas 

Viskositas yang besar akan memberikan suatu koefisien difusi yang kecil, sehingga kecepatan disolusi menjadi lebih berkurang dari yang sebelumnya.

Sifat Fisika dan Kimia Bahan Aktif

Sifat fisika dan kimia bahan aktif termasuk dalam sifat hidrofil-hidrofob, jika bahan hidrofob terdispersi pada media disolusi maka luas permukaan partikel yang berhubungan dengan media disolusi menjadi lebih berkurang.

  • Ukuran Partikel
  • Kelarutan

Faktor Formulasi

  • Bahan Pengisi : Kecepatan disolusi akan semakin cepat jika granul yang digunakan terbuat dari bahan pengisi yang bersifat hidrofil.
  • Pengikat : Kecepatan disolusi akan lambat jika menggunakan bahan pengikat yang bersifat hidrofob, sedangkan kecepatan disolusi akan menjadi cepat jika menggunakan bahan pengikat yang bersifat yang hidrofil.
  • Penghancur : Penggunaan bahan penghancur akan menyebabkan terpecahnya granul sehingga kontak bahan aktif dengan medium disolusi menjadi besar dan kecepatan disolusi akan menjadi lebih besar dari yang sebelumnya.
  • Ukuran granul : semakin kecil ukuran granul, maka kecepatan disolusi akan semakin besar.

Faktor Teknik Pembuatan

Kecepatan disolusi akan berkurang jika ditambahkan dengan daya kompressi ikat antar partikel, tetapi jika dengan bertambahnya daya kompressi menyebabkan berkurangnya daya ikat antar partikel, maka kecepatan disolusi akan bertambah besar.

Apa fungsi dari alat dissolution tester?

Alat dissolution tester adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya jumlah zat aktif larut dalam cairan tubuh (simulasi) pada sediaan obat. Pada bidang industri farmasi, dissolution tester memiliki fungsi untuk menjelaskan atau menghasilkan bentuk dosis obat dan mengembangkan spesifikasi kualitas mutu sediaan.

Bagaimana prinsip kerja dari alat dissolution tester?

Secara umum, alat dissolution tester ini memiliki prinsip kerja yaitu dengan memberikan suatu tekanan (kompresi) pada tablet dan mengukur pada tekanan dengan menentukan berapa jumlah tablet yang retak atau hancur. Menurut Dirjen POM Tahun 1995, prinsip kerja alat dissolution tester dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Alat dissolution tester ini terdiri dari sebuah wadah tertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan yang inert, dengan suatu batang logam yang digerakkan oleh mesin dan keranjang yang berbentuk silinder dan dipanaskan dengan tangas air pada suhu 37°C.
  • Jenis alat laboratorium yang digunakan adalah  yang terdiri dari daun sebagai dayung dan batang sebagai pengaduk. Batang berada pada posisi sedemikian, sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertical wadah dan berputar halus tanpa goyangan.

Metode apa yang biasa digunakan dalam uji disolusi obat?

Metode Suspensi

pada metode suspensi, serbuk zat padat yang ditambahkan ke dalam pelarut tanpa pengontrolan terhadap luas permukaan partikelnya. Pengambilan suatu sampel hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja dan jumlah zat yang larut ditentukan dengan cara yang sesuai atau sudah ditentukan pada proses disolusi.

Metode Permukaan Konstan

Suatu zat diletakkan dalam sebuah wadah yang sudah diketahui luasnya sehingga variabel perbedaan luas permukaan efektif dapat diabaikan atau tidak terlalu penting. Umumnya, zat diubah menjadi tablet terlebih dahulu, kemudian baru ditentukan seperti pada metode suspensi.

Apa saja jenis-jenis dari alat dissolution tester? Dan bagaimana spesifikasi dari masing-masing jenis alat tersebut?

Jenis Keranjang (Basket)

Dissolution tester jenis keranjang ini pada mulanya diusulkan oleh Pernarowski pada tahun 1968. Metode keranjang ini dapat menunjukkan suatu upaya dengan membatasi posisi bentuk sediaan untuk memberikan hasil yang maksimum antara suatu permukaan solid dengan cairan yang tetap.

Jenis Dayung (Paddle)

Dayung pertama kali dibuat oleh Peneliti asal Amerika Serikat yang bernama Poole pada tahun 1969. Metode ini sangat berguna dalam mengatasi keterbatasan metode keranjang saat berputar. Metode ini sangat baik digunakan pada sistem otomatis.

Alat Jenis dayung ini sama seperti jenis keranjang (basket), yang membedakan adalah pada jenis dayung yang terdiri dari daun atau baling baling (propellor) dan batang sebagai pengaduk.

Bagian apa saja yang termasuk ke dalam alat dissolution tester?

  • Pannel Controller
  • Drive Shaft
  • Vessel
  • Paddle
  • Keranjang (basker)
  • Disk Holder
  • Rubber Seal
  • Cannula
  • Resident Probe
  • Temparature Sensor

Apa saja komponen dari dissolution jenis keranjang (basket)?

  • Sebuah wadah tertutup menyerupai waterbath yang digunakan untuk menampung air dan suhunya diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai suhu tubuh sekitar 37°C.
  • Terdapat 6 buah chamber atau wadah yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang bersifat inert dan digunakan sebagai penampung medium disolusi yang digunakan sesuai ketentuan zat aktif dalam suatu obat.
  • Motor atau poros penggerak yang bekerja dengan cara memutar batang logam saat proses pengujian disolusi berlangsung.
  • Suatu batang logam yang digerakkan oleh motor atau poros penggerak. Batang logam berada pada posisi yang sudah ditentukan sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah, berputar dengan halus tanpa goyangan.
  • Sebuah keranjang yang berbentuk silinder.
  • Suatu alat pengatur kecepatan yang digunakan untuk memilih kecepatan putaran yang diinginkan dan mempertahankan kecepatan seperti yang terdapat dalam masing masing daftar dalam batas lebih kurang 4%.

Bagaimana cara menggunakan alat dissolution tester dengan benar?

  1. Siapkan bahan utama sampel seperti media yang akan di uji disolusinya. Sebaiknya, sebelum pengujian dimulai anda sudah mengetahui teori tentang alat dissolution tester.
  2. Masukkan air atau aquadesh ke dalam chamber atau wadah sampai batas yang sudah ditentukan.
  3. Kemudian pasang vessel pada chamber sesuai dengan kebutuhan. Pastikan chamber yang sudah terpasang dengan baik dan terkunci rapat supaya tidak jatuh saat alatnya bekerja
  4. Pasangkan drive shaft (batang pengaduk), dayung (paddle) atau keranjang (basket) dan komponen lainnya sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan.
  5. Turunkan kepala alat secara perlahan dan hati-hati hingga batas yang telah ditentukan.
  6. Setting letak posisi drive shaft (batang pengaduk) pada posisi tengah dengan ketinggian sekitar 2,5cm.
  7. Masukan media sampel yang akan di uji disolusinya dengan jumlah volume maksimal sebanyak 900 mL atau sesuai dengan kebutuhan.
  8. Kemudian hidupkan alat dissolution tester dengan cara menekan tombol on. lalu atur suhu (berkisar di 37°C), kecepatan putaran dan lama waktu pengadukan sesuai dengan ketentuan analisa.
  9. Ketika suhu pada temperatur controller menunjukan di kisaran 37°C, masukan sediaan obat secara bersamaan.
  10. Tutup semua bagian vessel untuk mencegah kotoran atau benda asing masuk kedalam vessel.

Keuntungan apa saja yang diperoleh dari alat dissolution tester?

  • Alat dissolution tester dapat digunakan untuk sebagai pembanding dari hasil uji disolusi antara banyaknya formula pada sediaan obat dengan satu formula yang dapat memberikan hasil berupa titik yang ada didalam kurva uji disolusi obat.
  • Menghasilkan data yang identik berupa hasil data secara in vitro yang memiliki beberapa pertimbangan, seperti:
  1. Peningkatan laju absorpsi suatu obat yang dapat terjadi secara in vivo
  2. Peningkatan laju absorpsi obat yang dapat terjadi secara in vitro

Berapakah harga alat dissolution tester?

Harga dissolution tester berkisar 20 juta – 40 juta tergantung jenisnya, merk, spesifikasi dan tipe yang dibutuhkan.

Sebagai informasi tambahan, PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang menyediakan solusi lengkap kebutuhan alat laboratorium. Bagi anda yang membutuhkan alat laboratorium bisa mengunjungi alamat googlemaps, menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link brand dan produk alat laboratorium tersedia pada tautan : List Brand Alat Laboratoriumjual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Penulis : FR

Sumber : blog unpad, academia, kampusfarmasi, slideshare, farmasi uin

Baik, kalau begitu sekian dulu pembahasan mengenai “Dissolution Tester – Pengertian, Fungsi dan Cara Penggunaan“. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika diantara sobat ada yang memiliki saran, silahkan isi di kolom komentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *