Disintegration Tester – Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakan

Disintegration Tester – Disintegration tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji lama waktu hancur dari sediaan obat. Sediaan obat tersebut diantaranya ada tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet hisap, tablet vaginal hingga tablet rektal. Pada artikel kali ini penulis akan membahas beberapa poin, mulai dari pengertian disintegration tester, fungsi disintegration tester, prinsip kerja disintegration tester, jenis-jenis disintegration tester, bagian-bagian pada disintegration tester, penggunaan disintegration tester di laboratorium dan yang lainnya. Yuk kita langsung simak ulasannya berikut ini.

PT. Andaru Analitika Sains sebagai konsultan alat laboratorium menjual alat Disintegration Tester dengan berbagai jenis dan ukuran. Untuk informasi lebih lengkap, anda bisa menghubungi customer service kami via whatsapp 087777277740 atau  telepon (0251) 7504679 atau berkunjung ke kantor langsung. Link pengetahuan produk disintegration tester kami sertakan pada link : jual disintegration tester.

jual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

disintegration tester analitika sains
Alat Laboratorium Disintegration Tester

Pengertian Disintegration Tester

Sobat, kali ini penulis akan membahas satu persatu mengenai alat disintegration tester. Sebelumnya, apakah ada diantara anda yang pernah menggunakan alat disintegration tester?

Jika pernah, boleh bagikan pengalamannya di kolom komentar ya. Mari kita mulai dari pengertian disintegration tester. Disintegration Tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji lama waktu hancur dari sediaan obat. Sediaan obat yang dimaksud dapat berupa tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet hisap, tablet vaginal hingga tablet rektal.

Apa Yang Dimaksud dengan Disintegration?

Disintegration atau disintegrasi adalah kondisi dimana suatu komponen akan hancur secara perlahan, atau tetap berada di permukaan peralatan setelah dipecah. Atau jika ada pun, tablet sudah dalam kondisi rusak.

Disintegration Tester  ini bekerja dengan cara menghancurkan sediaan obat hingga mnejadi bentuk-bentuk kecil. Atau bisa dibilang, tablet telah terpecah belah di dalam alat tersebut. Lalu, bagaimana dengan fungsinya?

Fungsi Disintegration Tester

Yuk kita lanjut ke fungsinya. Fungsi disintegration tester adalah untuk mengetahui seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sebuah obat yang dalam bentuk tablet maupun kapsul mulai dari bentuk padat sampai dengan hancur.

Disintegration Tester  paling banyak dipakai di industri farmasi, untuk memastikan kualitas obat yang diproduksi sudah sesuai dengan standar kesehatan atau belum. Selain itu, disintegration tester juga banyak digunakan dalam dunia pendidikan, seperti di sekolah – sekolah farmasi, universitas, maupun perguruan tinggi lainnya.

Prinsip Kerja Disintegration Tester

Prinsip kerja dari alat disintegration Tester adalah dengan mengeluarkan tekanan dari alat yang diberikan kepada sediaan obat, seperti kapsul dan tablet. Dengan begitu, tablet akan dihitung lama waktu hancurnya di dalam alat.

Cara Kerja Disintegration Tester

Bagaimana dengan cara kerjanya ?

Cara kerja alat disintegration Tester ini adalah dengan mengukur bentuk dari sediaan obat yang dimasukkan ke dalam alat. Kemudian alat ini, akan secara perlahan mulai memberikan tekanan pada tablet hingga hancur dengan kecepatan waktu yang telah ditentukan. Sehingga dapat diketahui lama waktu hancur dari tablet tersebut. Untuk waktu hancur sendiri, sediaan tablet juga memiliki beberapa ketetapan yang sudah ditentukan oleh buku farmakope.

Sebelumnya, apa itu farmakope?

Nah, farmakope bisa dibilang merupakan buku wajib yang dimiliki oleh seorang farmasis. Karena, farmakope merupakan buku pedoman yang diterbitkan dari United States of Pharmacopoeia (USP) sejak tahun 1820. Jika anda merupakan seorang mahasiswa farmasi, pasti sudah kenal dengan farmakope ini bukan?

Farmakope ini berasal dari bahasa latin, yakni pharmacopoeia. Pharmacopoeia sendiri diambil dari kata pharmacon yang berarti obat, dan poieien yang berarti membuat. Farmakopeini bisa dibilang sangat lengkap, karena berisikan macam-macam literatur dari hampir semua bahan obat yang ada di dunia. Mulai dari fungsi, khasiat, bobot sediaan, struktur kimia, hingga hal-hal lain yang berhubungan dengan obat tersebut.

Jenis – Jenis Disintegration Tester

Terdapat beberapa jenis alat disintegration tester. Diantaranya ada disintegration Tester otomatis, disintegration tester semi-otomatis, dan disintegration manual. Pada dasarnya, klasifikasi ini tergantung pada mode operasi yang digunakan.

1- Disintegration Tester Otomatis

Kita ke pembahasan pertama yuk, yakni jenis otomatis. Disintegration tester  ini merupakan yang paling banyak digunakan di berbagai industri farmasi. Ya, jenis ini bekerja secara otomatis  dalam mendeteksi lama waktu hancur suatu sediaan tablet atau kapsul. Sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga pekerja.

Disintegration tester ini memiliki kelebihan di sensor suhu. Sehingga akan sangat membantu dalam melakukan identifkasi waktu hancur tablet di industri farmasi.

2- Disintegration Tester Semi-Otomatis

Selanjutnya ada jenis semi-otomatis. Jenis disintegration Tester  semi-otomatis ini memiliki sistem yang berbeda-beda. Karena belum sepenuhnya otomatis, jadi jenis ini masih membutuhkan bantuan individu.

3- Disintegration Tester Manual

Yang ketiga ada jenis manual. Seperti namanya, pengujian menggunakan disintegration tester ini masih dilakukan secara manual, atau dengan menggunakan tangan. Disintegration Tester jenis ini sudah jarang digunakan, karena akan memiliki waktu uji yang lebih lama.

4- Mesin Penguji Disintegrasi Tunggal

Terakhir, ada jenis tunggal.  Mengapa disebut tunggal ?

Karena, mesin ini hanya memiliki satu keranjang.  Sama halnya seperti jenis manual, jenis tunggal pun harus dioperasikan secara manual. Sehingga alat ini sudah tidak digunakan di industri farmasi, karena selain menghabiskan waktu yang lebih lama, juga kurang praktis. Sehingga akan lebih lama dalam prosesnya.

Namun, jenis tunggal masih dipakai di instansi pendidikan, seperti di universitas sebagai bahan pembelajaran. Terutama pada prodi farmasi.

Tipe – Tipe Disintegration Tester 

Jika tadi kita sudah membahas mengenai jenis-jenis, sekarang kita ulas mengenai tipe nya ya. Yuklangsung saja kita simak.

DTG-100i

tipe alat laboratorium DTG 100i
Tipe DTG 100-i

Yang pertama dulu nih, ada tipe DTG 100-i. Disintegration Tester  merupakan jenis pengujian yang tunggal. Karena hanya memiliki satu keranjang, jenis ini hanya bisa digunakan oleh sedikit sampel tablet. Meskipun sedikit, jenis ini lebih praktis.

DTG-200-i

tipe DTG 200i
Tipe DTG-200i

Kedua, ada tipe DTG-200i. Disintegration Tester ini memiliki dua buah keranjang seperti pada gambar di atas. Jenis ini tentu bisa lebih banyak menampung tablet dalam waktu yang bersamaan. Tipe ini juga memiliki beberapa sensor layar sentuh yang bisa dibilang otomatis.

DTG-200i-IS

tipe DTG 200is
Tipe DTG-200i-IS

Ketiga, ada tipe DTG-200i-IS. Secara sekilas, tipe ini mungkin memiliki bentuk fisik yang hampir sama dengan yang sebelumnya. Padahal jika dilihat lebih teliti, ada yang berbeda loh sobat. Tipe DTG 200i-IS ini memiliki dua kontrol di masing-masing keranjangnya. Berikut kelebihan yang dimiliki oleh tipe ini :

  1. Dengan tipe ini, anda dapat membandingkan dua formulasi obat secara langsung.
  2. Anda dapat melakukan pengujian dengan kondisi dua tablet yang bersamaan.
  3. Dapat melihat perbedaan antara dua jenis tablet.
  4. Lebih cepat dalam prosesnya.

DTG-300-i

 tipe DTG-300i
Tipe DTG 300-i

Selanjutnya ada tipe DTG 300-i. Disintegration Tester  tipe ini memiliki tiga buah keranjang. Secara garis besar, keuntungan yang diberikan sama dengan tipe sebelumnya, hanya saja sudah dipastikan dapat  membuat kerja anda lebih cepat.

DTG-400-i

tipe DTG 400-i
Tipe DTG 400-i

Yang terakhir ada tipe DTG 400-i.  Disintegration tester DTGi 400i ini mendukung hingga empat rakitan rak keranjang. Keuntungan yang dirasakan tentu saja akan lebih cepat.

Disintegration Tester  di Laboratorium Farmasi

Kita sudah membahas mengenai jenis dan tipe. Lantas, bagaimana dengan fungsinya di laboratorium farmasi ?

Seperti yang sudah kita bahas di poin-poin sebelumnya, disintegration tester  ini sangat erat hubungannya dengan laboratorium farmasi untuk mengetahui lama waktu hancur sediaan obat tablet. Sebelumnya, apa ada yang tahu jenis sediaan tablet menurut cara pemakaian? Berikut penulis jabarkan ya.

Beberapa jenis tablet yang dapat dilakukan pengujian dengan disintegration Tester bermacam-macam. Ada tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet hisap, tablet vaginal, tablet sublingual dan tablet rektal. Nantinya, beberapa tablet tersebut akan diketahui lama waktu hancurnya. Mungkin kita bertanya-tanya, untuk apa hal ini dilakukan?

Hal ini dilakukan untuk mengetahui waktu hancur tablet di dalam tubuh. Dalam sebuah industri farmasi, ketika ada tablet jenis baru yang akan dikeluarkan, diperlukan uji waktu hancur  untuk mengetahui efektifitas dari tablet tersebut. Hal ini juga diikuti dengan proses-proses pengujian yang lainnya.

Bagian-Bagian Disintegration Tester 

Kita lanjut ke bagian-bagian disintegration tester ya. Disintegration tester ini terdiri dari beberapa bagian, diantaranya robust metal case, touch display, basket racks/speed control, auto basket, temperature monitor, tabung uji, larutan uji dan acrylic water. Berikut penjelasan dari tiap bagiannya, bisa dilihat di ilustrasi berikut ya.

bagian bagian alat
Bagian-Bagian Alat Disintegration Tester
  1. Robust Metal Case : Bagian ini merupakan terbuat dari bahan logam yang telah dilapisi oleh bahan yang dapat melindungi dari korosi.
  2. Touch Display : Touch display bisa dibilang juga merupakan screen display. Bagian ini sangat berfungsi sebagai tombol yang mengatur seluruh fungsi dari alat ini.
  3. Basket Racks/ Speed Control
  4. Auto Basket : Bagian ini disebut juga dengan keranjang. Yang dimana untuk melakukan proses disintegrasi.
  5. Temperature Monitor : Temperature monitor pada disintegration tester adalah bagian yang mengatur suhu dari alat tersebut.
  6. Tabung Uji : Merupakan tabung yang digunakan untuk melakukan pengujian waktu hancur. Tabung ini adalah tempat untuk menaruh beaker glass.
  7. Larutan Uji : Larutan uji juga sangat dibutuhkan, larutan ini ditaruh di dalam waterbath.
  8. Acrylic Water Bath : Adalah bagian waterbath yang memiliki fungsi sebagai tempat menaruh air, tabung dan komponen yang lainnya.

Cara Menggunakan Disintegration Tester 

Kita ke poin selanjutnya, yakni cara menggunakan alat disintegration tester. Pada tahapan ini, penulis akan menjelaskan mengenai  bentuk tablet untuk dilakukan uji waktu hancur dengan alat disintegration tester. Yuk langsung kita simak penjelasannya.

disintegration tester di laboratorium
Alat Laboratorium Disintegration Tester
  1. Pertama-tama, anda siapkan dulu beaker glass 1000 mL/1 L untuk menaruh air di dalam waterbath. Jika sudah, lalu isi air pada beaker glass kurang lebih 200ml.
  2. Selanjutnya, siapkan thermometer untuk mengukur suhu cairan yang sudah dimasukkan ke dalam alat disintegration tester. Lalu, jangan lupa juga menyiapkan tablet yang akan diuji waktu hancurnya.
  3. Lalu, masukkan alat tester ke dalam beaker glass yang sudah diisi larutan. Usahakan agar beaker glass tidak mengapung ya.
  4. Jika sudah, tekan tombol untuk memanaskan air terlebih dahulu. Suhu yang biasa digunakan adalah 37 derajat celcius. Lalu, ukur suhu air yang terdapat dalam beaker glass menggunakan thermometer yang sudah disiapkan sebelumnya.
  5. Jika sudah, masukkan tablet yang akan diuji ke dalam lubang disintegration tester satu per satu ke dalam lubang secara perlahan. Jangan lupa untuk mencatat waktu hancur dari mulai pengujian dengan menyiapkan stopwatch.
  6. Lalu, aktifkan alat disintegration tester dengan menekan tombol yang berada di tengah. Setelah ini, tablet akan melakukan pengujian.
  7. Cara untuk mengetahui lama waktu hancur tablet adalah dengan menunggu sampai tidak ada tablet yang tersisa di dalam alat disintegration tablet tersebut, atau sudah hancur.

Istilah – Istilah dalam Disintegration Tester 

Dalam penggunaan alat disintegration tester, terdapat beberapa istilah yang perlu kita ketahui, diantaranya :

1- Waktu Disintegrasi – Yang pertama ada waktu disintegrasi. Waktu ini diperlukan untuk melihat seberapa lama tablet dapat terpecah di dalam alat tersebut.

2- Tes disintegrasi – Kedua, ada tes disintegrasi. Tes ini untuk mengetahui proses dari disintegrasi

3- Disolusi – Disolusi ini merupakan proses di mana zat padat memasuki pelarut. Proses ini sangat penting saat menggunakan disintegration tester.

Persyaratan Waktu Hancur

Selanjutnya kita akan membahas mengenai persyaratan waktu hancur seperti yang sudah penulis bahas sekilas di awal. Dalam pembelajaran farmasi dan ketentuan penggunaan disintegration tester, ada beberapa persyaratan waktu hancur tablet yang harus diketahui. Sebelumnya, sudah tahu kan apa itu tablet? Sebelum ke persyaratan, penulis jelaskan sedikit seputar tablet ya.

Tablet ini merupakan sediaan farmasi yang dibuat dengan cara dikempa dan dikompresi.

Syarat Waktu Hancur

Bagaimana dengan syarat waktu hancur ?

Nah, syarat waktu hancur sediaan tablet ini sangat berpengaruh dalam fase biofarmasi obat dalam tubuh. Atau dengan kata lain, tablet yang dihasilkan atau dibuat harus memiliki kekerasan yang cukup, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses penyerapan tablet tersebut di dalam tubuh.

Syarat waktu hancur untuk tablet berbeda-beda. Untuk tablet tidak bersalut , yakni memiliki waktu hancur kurang dari 15 menit. Sedangkan, untuk tablet salut gula dan salut non enterik kurang dari 30 menit. Dan untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam keadaan asam.

Mungkin anda bertanya-tanya, untuk apa sih hal ini dilakukan ??

Uji waktu hancur ini dilakukan untuk mengetahui seberapa lama tablet tersebut dapat terserap dan menyebar di dalam tubuh manusia. Dalam pengujian ini pula, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi. Apa saja ??

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasannya berasal dari tekanan. Karena, semakin besar tekanan, maka akan semakin kuat juga tablet yang dihasilkan.

Cara Membersihkan Disintegration Tester 

ilustrasi cara membersihkan alat
Ilustrasi Cara Membersihkan Alat Laboratorium

Dalam melakukan praktikum di laboratorium, kita harus melakukan pembersihan alat secara teratur. Termasuk salah satunya alat disintegration tester. Kita harus berhati-hati dalam membersihkan alat disintegration tester. Beberapa yang harus diperhatikan untuk membersihkan alat disintegration tester adalah sebagai berikut :

  1. Pastikan alat disintegration tester dalam keadaan mati ya. Atau tidak sedang tersambung dengan listrik.
  2. Bersihkan beaker glass secara berkala setiap sehabis menggunakannya. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh komponen luar dengan lap.
  3. Selalu ganti air waterbath dengan air bersih.
  4. Jika ingin membersihkan auto basket, anda bisa menyalakan alat disintegration tester, lalu isi air dalam beaker glass. Setelah itu, masukkan bahan yang akan diuji.

Itu dia beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika menggunakan alat disintegration tester. Tak hanya itu, anda juga harus disiplin saat menggunakan alat ini. Ketika sudah selesai menggunakan, jangan lupa untuk selalu mematikan tombol off dan juga cabut kabel listrik dari saklar, untuk menghindari hak-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kisaran Harga Disintegration Tester

Oke, kita lanjut ke kisaran harga disintegration tester ya. Di tahun 2021 ini, alat disintegration tester memiliki kisaran harga antara 13 jutaan sampai dengan 60 jutaan. Kisaran harga ini tentu akan berbeda tergantung spesifikasi dan tipe nya ya sobat.

Tempat Jual Disintegration Tester

Nah sobat, PT Andaru Analitika Sains sebagai salah satu konsultan alat laboratorium juga menjual alat disintegration tester tersebut lho, yang bisa digunakan pada berbagai macam penelitian, baik di kampus maupun di laboratorium. Jika anda sedang membutuhkan alat disintegration tester dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut, bisa hubungi WhatsApp : +6287777277740 atau Tel : (0251) 7504679. Link alamat penulis sertakan di googlemaps.

FAQ Seputar Disintegration Tester

1- Apa Itu Disintegration Tester?

Disintegration tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji lama waktu hancur dari sediaan obat. Sediaan obat yang dimaksud dapat berupa tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet hisap, tablet vaginal hingga tablet rektal.

2- Apa Fungsi Disintegration Tester?

Alat disintegration tester  ini berfungsi untuk mengevaluasi tablet untuk mengetahui seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sebuah obat yang dalam bentuk tablet maupun kapsul mulai dari bentuk padat sampai dengan hancur.

3- Apa Prinsip Kerja Disintegration Tester?

Prinsip kerja dari alat disintegration tester adalah dengan memberikan tekanan (kompresi) pada tablet dan mengukur pada tekanan berapa tablet menjadi retak atau hancur. Dengan begitu, tablet akan dihitung lama waktu hancurnya.

4- Bagaimana Fungsi Disintegration Tester Di Laboratorium Farmasi ?

Disintegration tester sangat dibutuhkan di laboratorium farmasi. Alat disintegration tester digunakan untuk mengetahui lama waktu hancur sediaan obat tablet.

5- Sampel Apa Saja Yang Bisa Digunakan Oleh Disintegration Tester ?

Sampel yang bisa digunakan untuk mengukur lama waktu hancur oleh alat disintegration tester tablet berupa sediaan farmasi. Sediaan farmasi yang dimaksud dapat berupa tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet hisap, tablet vaginal hingga tablet rektal.

6- Berapa Lama Waktu Hancur Tablet Pada Disintegration Tester?

Syarat waktu hancur untuk tablet ini dapat berbeda-beda. Untuk tablet tidak bersalut , yakni memiliki waktu hancur kurang dari 15 menit. Sedangkan, untuk tablet salut gula dan salut non enterik kurang dari 30 menit. Dan untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam keadaan asam.

7- Apa Saja Faktor Yang Mempengaruhi Kekerasan Suatu Tablet?

Faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet ini bermacam-macam, tergantung dari jenis tablet yang dibuat. Bisa dari kompresi, ataupun proses cara pembuatannya.

8- Tablet Seperti Apa Yang Bisa Dilakukan Uji dengan Disintegration Tester?

Tablet yang digunakan bermacam-macam lho. Diantaranya ada berupa tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet vaginal , rektal hingga tablet hisap.

9- Apa Saja Bagian-Bagian Dari Disintegration Tester?

Bagian-bagian dari disintegration tester diantaranya adalah seperti di bawah ini.

  1. Auto Basket : Bagian ini disebut juga dengan keranjang. Yang dimana untuk melakukan proses disintegrasi.
  2. Temperature Monitor : Temperature monitor pada disintegration tester adalah bagian yang mengatur suhu dari alat tersebut.
  3. Tabung Uji : Merupakan tabung yang digunakan untuk melakukan pengujian waktu hancur. Tabung ini adalah tempat untuk menaruh beaker glass.
  4. Larutan Uji : Larutan uji juga sangat dibutuhkan, larutan ini ditaruh di dalam waterbath.
  5. Acrylic Water Bath : Adalah bagian waterbath yang memiliki fungsi sebagai tempat menaruh air, tabung dan komponen yang lainnya.
  6. Robust Metal Case : Bagian ini merupakan terbuat dari bahan logam yang telah dilapisi oleh bahan yang dapat melindungi dari korosi.
  7. Touch Display : Touch display bisa dibilang juga merupakan screen display. Bagian ini sangat berfungsi sebagai tombol yang mengatur seluruh fungsi dari alat ini.
  8. Basket Racks/ Speed Control

10- Ada Berapa Jenis Disintegration Tester?

Ada empat jenis-jenis alat disintegration tester. Diantaranya disintegration tester otomatis, disintegration tester semi-otomatis, dan disintegration manual. Pada dasarnya, klasifikasi ini tergantung pada mode operasi yang digunakan.

1- Disintegration Tester Otomatis

Kita ke pembahasan pertama yuk, yakni jenis otomatis. Disintegration tester  ini merupakan yang paling banyak digunakan di berbagai industri farmasi. Ya, jenis ini bekerja secara otomatis  dalam mendeteksi lama waktu hancur suatu sediaan tablet atau kapsul. Sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga pekerja.

Disintegration tester ini memiliki kelebihan di sensor suhu. Sehingga akan sangat membantu dalam melakukan identifkasi waktu hancur tablet di industri farmasi.

2- Disintegration Tester Semi-Otomatis

Selanjutnya ada jenis semi-otomatis. Jenis disintegration Tester  semi-otomatis ini memiliki sistem yang berbeda-beda. Karena belum sepenuhnya otomatis, jadi jenis ini masih membutuhkan bantuan individu.

3- Disintegration Tester Manual

Yang ketiga ada jenis manual. Seperti namanya, pengujian menggunakan disintegration tester ini masih dilakukan secara manual, atau dengan menggunakan tangan. Disintegration Tester jenis ini sudah jarang digunakan, karena akan memiliki waktu uji yang lebih lama.

4- Mesin Penguji Disintegrasi Tunggal

Terakhir, ada jenis tunggal.  Mengapa disebut tunggal ?

Karena, mesin ini hanya memiliki satu keranjang. Sama halnya seperti jenis manual, jenis tunggal pun harus dioperasikan secara manual. Sehingga alat ini sudah tidak digunakan di industri farmasi, karena selain menghabiskan waktu yang lebih lama, juga kurang praktis.

Namun, jenis tunggal masih dipakai di instansi pendidikan, seperti di universitas sebagai bahan pembelajaran pada prodi farmasi.

11- Bagaimana Cara Membersihkan Disintegration Tester?

Kita harus berhati-hati dalam membersihkan alat disintegration tester. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya seperti di bawah ini.

  1. Pastikan alat disintegration tester dalam keadaan mati ya. Atau tidak sedang tersambung dengan listrik.
  2. Bersihkan beaker glass secara berkala setiap sehabis menggunakannya. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh komponen luar dengan lap.
  3. Selalu ganti air waterbath dengan air bersih. Karena ini sangat berdampak pada hasil pengujian, juga menghindari adanya karatan.
  4. Jika ingin membersihkan auto basket, anda bisa menyalakan alat disintegration tester, lalu isi air dalam beaker glass. Setelah itu, masukkan bahan yang akan diuji.

Itu dia beberapa hal yang bisa anda lakukan ketika menggunakan alat disintegration tester. Tak hanya itu, anda juga harus disiplin saat menggunakan alat ini. Ketika anda sudah selesai menggunakan, jangan lupa untuk selalu mematikan tombol off ya. Dan juga cabut kabel listrik dari saklar, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

12- Berapa Kisaran Harga Disintegration Tester?

Di tahun 2021 ini, kisaran harga disintegration tester diantaranya berada antara 13 jutaan sampa 60 jutaan.

Ditulis Oleh : DNA

Referensi : Researchgate, Pharmatest

Sebagai informasi tambahan, PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang menyediakan solusi lengkap kebutuhan alat laboratorium. Bagi anda yang membutuhkan alat laboratorium bisa mengunjungi alamat googlemaps, menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link brand dan produk alat laboratorium tersedia pada tautan : List Brand Alat Laboratoriumjual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Demikian pembahasan mengenai alat laboratorium disintegration tester ini yang berisi tentang : pengertian disintegration tester, fungsi disintegration tester, prinsip kerja disintegration tester, jenis-jenis disintegration tester, bagian-bagian pada disintegration tester, penggunaan disintegration tester di laboratorium, tips perawatan disintegration tester, kisaran harga disintegration tester, tempat jual disintegration tester hingga FAQ seputar disintegration tester. Semoga artikel ini bisa membantu anda yang sedang mencari informasi terkait alat disintegration tester ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *