Mikroskop – Pengertian Mikroskop, Fungsi dan Cara Menggunakan

Mikroskop –  Mikroskop adalah alat laboratorium yang berfungsi untuk melihat benda kecil yang tidak dapat dilihat secara langsung. Nah, kali ini penulis akan membahas beberapa poin seputar pengertian mikroskop, fungsi mikroskop, cara menggunakan mikroskop dan hal lainnya yang berhubungan dengan mikroskop. Langsung saja kita simak ulasannya berikut ini.

PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang memiliki produk mikroskop ideal untuk laboratorium anda. Bagi anda yang membutuhkan alat Mikroskop bisa menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link produk Mikroskop tersedia pada tautan : Monocular Microscope MML1200jual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Jika diantara anda ada yang sudah pernah menggunakan alat ini, dan memiliki pengetahuan lain tentang alat ini, boleh bagikan pengalamannya di kolom komentar ya.

ilustrasi gambar mengenal mikroskop

Sejarah Alat

ilustrasi gambar sejarah mikroskop

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh kakak beradik bernama  Zacharias Janssen dan Hans Janssen pada tahun 1590. Sebelum melakukan penelitian terhadap alat tersebut, Zacharias awalnya hanya berprofesi sebagai pembuat kacamata. Mikroskop yang pertama kali ia buat, hanya mampu melakukan pengamatan dengan perbesaran yang terbilang kecil, yakni 150 kali.

Akhirnya, ilmuwan asal Italia bernama  Galileo Galilei pun termotivasi untuk terlibat dalam project ini. Galileo sempat mengira bahwa dirinya merupakan orang pertama yang menciptakan alat tersebut pada tahun 1610. Padahal, keluarga Janssen sudah lebih dulu membuat alat ini. Berikut ilustrasi alat pada tahun 1590 :

ilustrasi gambar mikroskop 1590

Setelah kejadian itu, alat ini terus berkembang hingga tahun 1632 – 1723 oleh ilmuwan asal Belanda, yakni Antony Van Leeuwenhoek. Antony Van Leeuwenhoek memang bukan termasuk ilmuwan seperti Zacharias Janssen dan Hans Janssen. Sebelum mengembangkan alat ini, Antony hanya bekerja sebagai wine tester. Pada pekerjaannya, antony membutuhkan kaca pembesar yang digunakan untuk mengamati serat kain secara detail. Dibalik itu semua, ia pun akhirnya memiliki ide untuk mengembangkan alat satu ini.

Pengertian Mikroskop

ilustrasi gambar pengertian mikroskop

Mikroskop berasal dari 2 kata, yakni micron dan scopos. Micron yang berarti “kecil” dan scopos yang berarti “tujuan”. Jadi, mikroskop adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengamati benda kecil yang tidak bisa dilihat langsung oleh mata. Alat ini juga dikenal dengan sebutan mikroskopik.

Komponen utama yang terdapat pada mikroskop adalah lensa okuler dan lensa objektif. Kedua lensa ini disebut juga dengan lensa cembung. Lalu, apa yang dimaksud dengan lensa objektif? Lensa objektif  adalah lensa yang menghasilkan bayangan sementara yang bersifat semu dan dapat diperbesar pada posisi objek.

Pengertian Mikroskop Menurut Para Ahli

Encyclopedia Britannica

ilustrasi gambar encyclopedia britannica

Menurut encyclopedia britannica, mikroskop adalah instrumen yang dapat menghasilkan gambar dari objek yang dapat diamati. Pengamatannya bisa dilakukan dengan mengatur kaca optik. Alat ini juga dapat menghasilkan objek dari instrumen optik yang bersifat konvensional.

National Geographic

ilustrasi logo national geographic

Selanjutnya menurut National Geographic. Menurut National Geographic, mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda kecil. Beberapa mikroskop dengan jenis tertentu bisa mengamati objek pada sel, jaringan, dan bakteri secara detail. Alat yang satu ini bekerja dengan cara mengacu pada bagian lensa.

Baca Juga : Mikropipet – Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan

Contoh Gambar Alat Mikroskop

Nah sobat, berikut ilustrasi gambar dari alat mikroskop :

Preparat  Mikroskopik

Selain menggunakan lensa sebagai komponen utamanya, alat mikroskopik ini juga menggunakan preparat mikroskopik sebagai salah satu komponen yang mendukung proses kerja. Apa yang dimaksud dengan preparat? 

Preparat adalah suatu komponen penting pada mikroskop adalah yang digunakan sebagai tempat meletakkan suatu objek yang akan diamati. Bentuknya panjang, terbuat dari kaca yang transparan. Objek tersebut akan diletakkan pada preparat dalam bentuk tetesan atau potongan yang sangat kecil.

Jenis-Jenis Preparat Mikroskop

Berikut beberapa jenis preparat yang digunakan pada alat mikroskopik, diantaranya sebagai berikut :

Preparat Sementara

Seperti namanya, jenis ini hanya digunakan secara sementara. Biasanya, preparat sementara ini terdiri dari objek yang sudah dibasahi oleh air atau pelarut lainnya. Oleh karena itu, preparat sementara disebut juga sebagai preparat basah. Alat yang satu ini biasanya selalu berpasangan dengan cover glass atau “kaca penutup” yang berfungsi untuk melindungi objek yang diletakkan di dalam preparat.

Preparat Awetan

Preparat awetan merupakan jenis preparat mikroskopik yang bisa digunakan berulang kali dan disimpan pada tempat tertentu sehingga tahan lama dan masih baik kondisinya ketika ingin digunakan lagi. Sebuah preparat ini dibuat dengan beberapa proses, meliputi pencucian, pembersihan agar terbebas dari air dan alkohol. serta penjernihan.

Preparat Utuh (Whole Mounth)

Preparat utuh merupakan jenis preparat yang berasal dari objek dalam kondisi utuh atau sesuai dengan bentuk aslinya. Biasanya preparat utuh dapat menggunakan cacing hati, ganggang, protozoa, dan objek lainnya yang berukuran sangat kecil.

Preparat Hapusan (Smear)

Jenis preparat hapusan ini terbuat dari lapisan yang tipis (film). Pada preparat ini biasanya dibuat menggunakan cairan atau larutan yang akan dioleskan pada kaca object. Preparat hapusan ini memiliki peran penting dalam ilmu medis, akan berfungsi sebagai alat untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Preparat Pejetan (Squash)

Jenis preparat ini dibuat dari benda yang ditekan dan diamati pada object glass atau kaca objek. Penekanan bertujuan supaya objek menyerupai bentuk jaringan, sel, sehingga dapat menyebar membentuk lapisan yang tipis. Beberapa jenis preparat yang biasa diamati, diantaranya ada preparat pejetan kromosom pada kelenjar liur lalat Drosophila,  jaringan meiosis serbuk sari, dan yang lainnya.

Preparat Irisan 

Sesuai dengan namanya, preparat irisan dibuat dari bahan atau objek yang sudah diiris tipis tipis. Jenis preparat irisan ini dapat menembus cahaya pada suatu organ. Pengirisan dilakukan menggunakan alat khusus seperti mikrotom. Contoh preparat irisan yang biasa digunakan antara lain; irisan batang, daun, oto, dan lainnya.

Kegunaan Mikroskop

Mikroskop merupakan salah satu alat laboratorium yang sering digunakan dalam bidang mikrobiologi. Alat ini dapat mengamati objek yang sangat kecil dengan bantuan kaca optik. Terdapat beberapa jenis alat yang bisa digunakan untuk mengamati benda agar didapat struktur objek yang lebih jelas.

Sebenarnya, alat ini bekerja dengan mengacu pada peran utamanya, yakni melihat benda benda yang ukurannya kecil. Tak hanya itu, mikroskop juga sering digunakan pada saat melakukan praktikum farmakologi untuk mengamati jaringan yang ada pada tumbuhan. Hal ini pun akan mempermudah proses belajar melalui objek yang sudah diamati melalui mikroskop.

Prinsip Kerja Mikroskop

Prinsip kerja mikroskop adalah dengan menghasilkan bayangan dalam bentuk yang nyata, besar, dan terbalik. Awalnya, bayangan tersebut akan dihasilkan oleh lensa objektif, lalu diambil dan ditransfer ke lensa okuler. Bayangan pun kemudian akan terlihat pada lensa okuler, akan sangat tampak jika sudah dilihat dan diamati.

Mikroskop ini menggunakan bantuan lensa positif atau lensa cembung pada prinsip. Lensa okuler berada di dekat mata, sedangkan lensa objektif berada pada objek yang akan diamati. Fokus yang dihasilkan oleh lensa objektif lebih rendah dibandingkan dengan fokus yang dihasilkan oleh lensa okuler (f ob < f ok).

Proses Pembentukan Bayangan pada Mikroskop

Ketika proses pembentukan bayangan di alat mikroskop, posisi objek harus berada persis di depan lensa objektif, dengan jarak f ob dan 2 f ob untuk menghasilkan bayangan yang maksimal. Jika bayangan tersebut terbentuk pada jarak yang lebih dari 2 f ob di posisi belakang lensa objektif, maka sifatnya akan nyata dan terbalik. Bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif  akan disebut sebagai objek oleh lensa okuler, kemudian bayangan dari lensa objektif akan di transfer ke lensa okuler. Berikut ilustrasi pembentukan bayangan dalam alat mikroskop yang dapat anda pelajari :

ilustrasi gambar bayangan mikroskopik

Bayangan yang dihasilkan harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya, supaya bisa dilihat secara langsung. Hal ini bisa disebabkan karena bayangan yang berasa dari lensa objektif jaraknya sangat jauh dari lensa okuler. Bentuk bayangan bisa diperbesar dan akan sangat nyata dari sebelumnya.

Objek Pada Mikroskop

Sesuai dengan kegunaannya, alat mikroskopik ini digunakan untuk melihat objek kecil. Apa saja sih yang termasuk objek mikroskopik? yuk simak.

Jaringan Pada Hewan

Di bawah ini merupakan contoh objek pengamatan jaringan hewan menggunakan alat ini.

ilustrasi gambar objek jaringan hewan di mikroskopik

Jaringan Pada Tumbuhan

Di bawah ini merupakan contoh objek pengamatan jaringan tumbuhan pada mikroskopik.

ilustrasi pengamatan jaringan tumbuhan di mikroskopik

Virus

Berikut ini merupakan contoh objek pengamatan virus pada mikroskopik.

ilustrasi pengamatan virus pada mikroskopik

Bakteri

Contoh pengamatan objek bakteri pada mikroskopik.

ilustrasi gambar pengamatan bakteri di mikroskopik

Protozoa

Berikut ini salah satu contoh pengamatan objek protozoa pada mikroskopik.

ilustrasi pengamatan protozoa di mikroskopik

Jenis Jenis Mikroskop

Mikroskopik terus mengalami perkembangan sejak pertama kali ditemukan. Banyaknya jenis mikroskop adalah untuk menciptakan proses kerja yang bervariasi. Banyaknya jenis dari alat laboratorium yang satu ini membuat anda jadi lebih mudah untuk mengamati benda kecil. Berikut ini jenis jenis mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium berdasarkan jumlah lensa, yaitu:

Mikroskop Monokuler

ilustrasi gambar mikroskopik monokuler

Mikroskopik monokuler merupakan salah satu jenis mikroskop adalah yang terdiri hanya dengan satu lensa okuler. Karena hanya memiliki satu lensa, maka ada keterbatasan dalam mengamati objek. Yang bisa diamati dengan mikroskopik monokuler adalah objek sederhana seperti; jaringan hewan dan tumbuhan. Mikroskopik jenis ini juga sering digunakan pada pendidikan tingkat atas atau SMA.

Mikroskop Binokuler

ilustrasi gambar mikroskopik binokuler

Mikroskopik ini kebalikan dari mikroskopik monokuler. Jika di monokuler hanya terdapat satu lensa okuler, pada binokular terdapat dua lensa okuler yang bisa mengamati banyaknya objek. bukan hanya jaringan tumbuhan dan hewan , tetapi juga dapat mengamati bakteri, protozoa sehingga binokular banyak digunakan di Rumah sakit untuk keperluan medis.

Tak hanya lensa, mikroskop juga memiliki beberapa jenis berdasarkan cahaya, diantaranya :

Mikroskop Cahaya

Sesuai dengan namanya, maka mikroskopik cahaya melibatkan cahaya sebagai media dalam proses kerjanya. Mikroskop cahaya memiliki 3 lensa yang mendukung, seperti pada lensa objektif yang berada dekat objek, lensa okuler yang berada dekat mata, dan kondensor yang berada di bawah meja.

ilustrasi gambar mikroskopik cahaya

Lensa okuler berada pada bagian atas tabung yang sangat dekat dengan mata sehingga dapat memperbesar bayangan yang dihasilkan. Pada lensa objektif akan membentuk bayangan utama dan menentukan struktur benda sehingga akan terlihat di bayangan akhir sesuai dengan kemampuan perbesaran pada mikroskop.

Mikroskopik cahaya memiliki kelebihan, yaitu pengamatan yang dilakukan tidak harus di ruangan yang luas. Namun, tampilan objek yang diamati tidak begitu jelas.

Mikroskop Elektron

Mikroskopik elektron merupakan salah satu jenis mikroskopik yang termasuk dalam turunan mikroskopik cahaya. Dalam mikroskopik ini terdapat bagian seperti elektrostatis dan elektrodinamika yang bekerja untuk mengatur cahaya.

ilustrasi gambar mikroskopik elektron

Berbeda dengan mikroskop cahaya yang banyak digunakan untuk siswa, mikroskopik elektron ini sering digunakan peneliti dan ilmuwan profesional. Mikroskop elektron terbagi menjadi dua jenis yaitu; iSEM (Scanning Electron Microscope) dan TEM ((Transmition Electron Microscope) . Masing masing mikroskop tersebut sudah bekerja dengan teknologi canggih, sehingga penggunaannya juga mudah.

Objek yang ditampilkan pada elektron ini sangat jelas dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Disisi lain, proses kerja mikroskop membutuhkan proyektor dan ruangan yang cukup luas untuk melakukan pengamatan.

Berikutnya adalah mikroskop berdasarkan fungsinya :

Mikroskop Medan Terang

ilustrasi gambar mikroskopik medan terang

Pada mikroskopik medan terang, objek yang diamati di depan preparat akan terang. Sedangkan, objek yang diamati dari bagian belakang, akan terlihat gelap. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk dari lensa tidak mengalami perubahan sama sekali. Lensa kondensor akan mengontrol cahaya di preparat, cahaya yang dihasilkan akan menembus lensa objektif pada bagian belakang. Cahaya yang dihasilkan menjadi bengkok dan membentuk bayangan pada objek..

Mikroskop Medan Gelap

ilustrasi gambar mikroskopik medan gelap

Kegunaan jenis medan gelap persis dengan mikroskop medan terang. Tetapi berbeda pada prinsip kerjanya. Mikroskop medan gelap akan mengandalkan kondensor untuk menghasilkan cahaya, sehingga membentuk daerah gelap.

Mikroskop Pender

ilustrasi gambar mikroskopik pender

Mikroskopik pender digunakan untuk mengamati benda asing yang ukurannya sangat kecil seperti bakteri, virus, protozoa, dan protein sel. Pembuatan preparat pada mikroskopik ini yaitu dengan menetesi objek yang sudah dicampur dengan serum sehingga nanti akan bereaksi dengan virus dan bakteri yang diamati. Setelah menunggu beberapa detik, akan muncul warna dari objek sehingga terlihat bentuknya.

Selain mendeteksi virus dan bakteri, jenis mikroskopik pender ini juga dapat mengamati suatu antigen yang terdapat di dalam jaringan. Kekurangannya adalah, mikroskopik pender ini sangat berat dan tidak mudah dibawa kemanapun karena ukurannya yang besar. Sehingga harus disimpan permanen pada suatu tempat.

Mikroskop Fluorescence

Mikroskopik fluorescence memiliki fitur kemampuan yang hampir sama dengan mikroskopik cahaya. Pada yang lain, cahaya akan muncul pada jarak sekitar 400 – 700 nanometer untuk membentuk bayangan dan menghasilkan pengamatan objek yang lebih besar.

ilustrasi gambar mikroskopik fluorescence

Sedangkan pada mikroskop fluorescence, bekerja dengan kemampuan cahaya yang lebih besar yang mengelilingi bagian objek pada preparat. Mikroskopik jenis ini digunakan untuk mengamati benda kecil seperti mikroba dan juga dapat meningkatkan fitur 3D dalam ukuran kecil. Dalam beberapa penelitian medis, jenis ini digunakan untuk mengamati populasi  pertumbuhan sel dengan menampilkan objek pada sel.

Mikroskop Ultraviolet

ilustrasi gambar mikroskopik UV

Jenis mikroskopik ini melibatkan cahaya dari sinar ultraviolet dalam proses kerjanya. Mikroskopik ada yang menghasilkan panjang gelombang yang kecil sehingga pengamatan dilakukan dua kali lipat dari yang sebelumnya.

Baca Juga : Water bath – Pengertian Water Bath, Fungsi dan Cara Menggunakan

Bagian Bagian Mikroskop

ilustrasi gambar bagian mikroskop

Setiap alat laboratorium memiliki beberapa bagian yang berfungsi sebagai komponen penting dalam mendukung proses kerjanya. Berikut bagian bagian pada alat tersebut.

Lensa okuler

ilustrasi gambar lensa okuler mikroskop

Lensa okuler merupakan bagian mikroskopik yang berada pada bagian ujung atas tabung. Posisinya sangat dekat dengan mata anda yang ingin mengamati suatu objek. Bagian okuler ini bekerja dengan memperbesar bayangan yang dihasilkan dari lensa objektif. Biasanya, lensa okuler bisa melakukan perbesaran bayangan dari 6, 10, sampai 12 kali.

Lensa objektif

ilustrasi gambar lensa objektif mikroskopik

Lensa objektif sangat berhubungan dengan lensa okuler, dan berada di dekat objek. Pada lensa ini, perbesaran bisa dilakukan dari 4, 10, 400, bahkan 100 kali. Saat penggunaannya, objek harus diolesi dengan minyak emersi untuk memperjelas bayangan yang dihasilkan. Pada saat melakukan perbesaran 100 kali, letak lensa akan sangat dekat dengan objek, sehingga hasil pengamatannya akan semakin nyata.

Kondensor

ilustrasi gambar kondensor mikroskop

Kondensor merupakan bagian dari mikroskopik diputar keatas dan kebawah sesuai kebutuhan. Bagian ini akan membentuk cahaya yang dihasilkan oleh cermin untuk dikembalikan ke dalam objek yang diamati.

Diafragma

ilustrasi gambar diafragma mikroskop

Diafragma merupakan bagian mikroskopik yang bekerja untuk mengatur jumlah cahaya yang dipantulkan dan mengelilingi preparat.

Cermin

ilustrasi gambar cermin mikroskop

Cermin adalah bagian dari mikroskopik yang dapat menerima dan menuntun cahaya yang dihasilkan. Bagian cermin akan mengantarkan cahaya dengan cara memantulkan nya.

Revolver

ilustrasi gambar revolver mikroskopik

Revolver disebut juga sebagai alat penyangga yang melindungi lensa objektif. Bagian ini dapat mengatur perbesaran di lensa objektif sesuai dengan kebutuhan.

Tabung Mikroskop

ilustrasi gambar tabung mikroskopik

Tabung pada mikroskopik disebut sebagai penghubung antara lensa objektif dengan lensa okuler.

Lengan Mikroskop

ilustrasi gambar lengan mikroskop

Lengan merupakan bagian yang sangat penting dalam alat mikroskop. Bagaimana tidak? mikroskop tidak akan berdiri tanpa adanya lengan. Bagian lengakan akan menjadi penyangga yang dipegang dengan pengamat saat ingin mengamati suatu objek. Sehingga, pengamat tidak perlu memegang bagian lain.

Meja Benda

ilustrasi gambar meja benda mikroskop

Meja benda merupakan tempat untuk meletakkan preparat. Bagian ini dilengkapi dengan klip yang akan menjepit objek sebagai pengamatan, agar preparat tidak bergerak selama pengamatan.

Makrometer

ilustrasi gambar makrometer mikroskop

Makrometer disebut juga sebagai alat pemutar. Bagian ini berfungsi untuk mengatur tingginya tabung selama pengamatan dengan cara dinaikkan dan diturunkan. Sehingga anda bisa mendapatkan gambaran objek yang sangat nyata.

Mikrometer

ilustrasi gambar mikrometer mikroskop

Cara kerja dari mikrometer hampir sama dengan makrometer. Mikrometer juga terdapat tuas untuk memutar secara vertikal dan horizontal. Bagian ini juga dapat mengatur posisi tabung, sehingga anda akan lebih jelas dalam mengamati suatu objek.

Kaki Mikroskop

ilustrasi gambar kaki mikroskop

Kaki alat ini juga merupakan penyangga supaya alat dapat berdiri tegak. Bagian ini juga mempermudah anda jika ingin membawa atau memindahkan mikroskop ke tempat lain. Anda juga bisa mengatur ketinggian kaki supaya dapat terasa lebih nyaman saat pengamatan.

Cara Menggunakan Mikroskop

ilustrasi gambar cara menggunakan mikroskop

Selain mengetahui alatnya secara spesifik, anda juga harus memahami cara penggunaan dari alat ini. Meliputi cara penyiapan alat, mengatur penyinaran, dan lain lain. Berikut langkah cara menggunakan mikroskop yang dapat anda lakukan :

Persiapan Alat Mikroskop

  1. Genggam lengan  menggunakan tangan kiri, dan tangan kanan digunakan untuk menggenggam kaki alat.
  2. Letakkan mikroskop di atas meja yang rata permukaannya. Pastikan meja tersebut bersih dan rapi.
  3. Sebelum digunakan, sebaiknya alat dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam pengamatan.

Mengatur Mode Penyinaran

  1. Atur cermin menggunakan lensa okuler hingga diperoleh sinar yang muncul secara merata pada bagian objek.
  2. Gunakan kondensor untuk mengumpulkan cahaya supaya proses pencahayaannya.
  3. Jika sumber cahaya sudah diperoleh dari lampu, maka tidak perlu menggunakan kondensor.
  4. Atur diafragma agar tidak menghasilkan sinar yang terlalu kuat.

Mengatur Lensa

  1. Jika ingin mengatur lensa objektif, anda bisa memutar revolver dengan 4 kali perbesaran tepat pada posisi depan meja kerja sampai terdengar bunyi “klik” pada alat.
  2. Letakkan preparat pada meja kerja objek, lalu jepit menggunakan klip yang ada di meja kerja supaya tidak bergerak saat pengamatan.
  3. Atur posisi tabung dengan cara memutar makrometer sampai lensa objektif menyentuh preparat.
  4. Putar mikrometer untuk mengatur fokus pada preparat.

Mengganti Perbesaran

  1. Putar bagian lensa objektif sampai mengenai sumbu optik.
  2. Setelah terdengar bunyi “klik”, putar revolver secara perlahan.
  3. Atur diafragma hingga memperoleh pencahayaan yang bagus.
  4. Setelah selesai melakukan pengamatan, sebaiknya kembalikan posisi lensa objektif ke perbesaran awal.

Menyiapkan Preparat

  1. Iris bahan yang akan digunakan sebagai objek di preparat mikroskopik. Misalnya, batang daun jarak diiris tipis secara membujur. Jika pengamatan dilakukan dengan menggunakan jenis cahaya, maka batang yang diiris harus bisa tembus cahaya. Jika pengamatan dilakukan menggunakan jenis stereo, batang daun jarak bisa diiris tebal.
  2. Letakkan batang daun jarak yang sudah diiris, kemudian letakkan pada preparat dan tetesi menggunakan air dengan pipet.
  3. Tutup preparat menggunakan kaca penutup atau object glass.
  4. Letakkan cover glass perlahan perlahan sampai menutup preparat. Dan pastikan posisinya tidak miring, supaya dapat mempermudah proses pengamatan.
  5. Ketika preparat sudah ditutup, jangan sampai ada gelembung udara yang masuk.
  6. Amati preparat dengan teliti. Pengamatan preparat harus dimulai dari perbesaran rendah sekitar 4 sampai 10 kali. Selanjutnya ke tingkat perbesaran kuat seperti 40 sampai 100 kali.

Teknik Pembuatan Preparat 

Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam pembuatan preparat, diantaranya :

Kriofiksasi

Kriofiksasi merupakan proses persiapan cepat yang dilakukan dengan cara membekukan spesimen menggunakan nitrogen cair, helium cair, yan nantinya kana membentuk kristal seperti kaca. Proses ini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang sehingga biasa disebut microskopic cryo-elektron (cryo-electron microscopy). Semakin berkembangnya metode ini, hasil yang membentuk kristal disebut sebagai cryo-electronmicroscopy of vitreous sections (CEMOVIS).

Fiksasi

Fiksasi merupakan metode yang dikerjakan dengan menyiapkan suatu objek supaya saat diamati akan terlihat nyata. Persiapan ini dilakukan menggunakan bahan kimia seperti glutaraldehida osmium tetroksida.

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan proses persiapan yang dilakukan dengan cara menggantikan air dengan bahan pelarut lainnya seperti alkohol dan aseton.

Penanaman (Embedding)

Embedding disebut juga proses penanaman yang dilakukan melalui proses penyaringan jaringan dengan larutan resin seperti epoksi dan araldit sehingga terjadi pemisahan pada bagian tersebut.

Pembelahan (Sectioning)

Metode persiapan jenis ini dilakukan dengan mengiris bahan yang akan dijadikan objek hingga transparan supaya bisa menembus cahaya dan berinteraksi terhadap elektron. Dalam kalangan internasional, metode ini dilakukan dengan menggunakan pisau berlian yang bisa mengiris bahan hingga sangat tipis. Tetapi, ntuk kalangan biasa akan menggunakan pisau biasa karena biayanya jauh lebih ekonomis.

Pewarnaan (Staining)

Metode persiapan ini dilakukan menggunakan bahan timah, uranium dan yang lainnya sehingga elektron akan terurai antara struktur dengan jaringan yang lainnya. Hasil yang diperoleh akan menunjukkan warna yang kontras dan transparan.

Pembekuan fraktur (Freeze-fracture)

Pada metode ini, dilakukan pengujian terhadap membran lipid. Jaringan akan dipatah patahkan menggunakan microtome dalam waktu tertentu pada suhu nitrogen .

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan 

  1. Disarankan membawa mikroskop dengan kedua tangan, agar aman.
  2. Jika selama pengamatan menggunakan preparat yang basah, maka tabung ini harus tegak dan meja bendanya harus datar. Tetapi tidak berlaku untuk tabung miring.
  3. Tutup preparat basah supaya tidak ada udara yang masuk.
  4. Jaga lensa lensa dan cermin agar tetap bersih.
  5. Periksa bagian dalam alat. Apabila terjadi kerusakan, segera lapor ke petugas laboratorium.
  6. Dilarang melepas lensa atau membongkar bagian bagian alat.
  7. Setelah digunakan, atur perbesaran pada lensa objektif.

Permasalahan Pada Mikroskop

  • Terjadinya korosi atau karatan serta kerusakan pada bagian lensa objektif karena jarang dibersihkan.
  • Tumbuhnya jamur dan banyak goresan pada lensa okuler. Kerusakan yang terjadi pada lensa tidak bisa diperbaiki . Jadi, harus diganti dengan lensa yang baru.
  • Pada jenis stereo (dissecting microscope) sering terjadi kerak kotoran dan jamur pada prisma nya. Hal ini disebabkan karena tidak pernah melakukan perawatan sama sekali.
  • Perekat prisma yang membeku dapat mengakibatkan pantulan cahaya menjadi terhambat.
  • Kontrol kendali sering mengalami kerusakan yang visual, sehingga menyebabkan kapasitor filter menggelembung.
  • Kerusakan pada dioda dengan tegangan 12 Volt menyebabkan hilangnya tegangan pada output.

Cara Merawat Mikroskop

  1. Mikroskop ini harus disimpan dalam tempat yang kelembabannya sesuai dengan ketentuan. Tempat penyimpanan mikroskopik sebaiknya diberi lampu sekitar 15 – 20 watt sehingga memberikan suhu yang hangat dan kelembabannya dapat stabil selama penyimpanan alat.
  2. Dilarang menyentuh lensa dengan tangan langsung karena dapat meninggalkan jejak sehingga lensa akan kurang jernih.
  3. Selalu rutin membersihkan lensa dengan minyak, kain, dan tissue. sesekali basahi dengan alkohol untu mempertahankan kebersihan alat tersebut.
  4. Bersihkan body alat dengan kain dan alkohol.
  5. Jangan menggeser alat terlalu sering, karena dapat merusak main unit yang ada di kaki alat.
  6. Selalu perhatikan kebersihan alat sehingga tidak ada pertumbuhan jamur atau mikroba yang dapat menghambat hasil pengamatan.
  7. Penggunaan alat laboratorium ini adalah sebaiknya digunakan pada jarak yang pendek, sebaiknya dibungkus menggunakan plastik setelah digunakan. Sedangkan, jika jaraknya jauh, maka alat harus disimpan ke dalam kotak khusus penyimpanan mikroskop.

Penyimpanan Preparat 

  1. Berikan nomor di bagian sudut preparat, untuk memudahkan pengambilan preparat ketika ingin digunakan.
  2. Jangan menyentuh bagian objek selama pengamatan berlangsung.
  3. Preparat dibersihkan dengan kuas, bisa juga menggunakan larutan xylol.
  4. Simpan preparat awetan dari tumbuhan maupun hewan di dalam kotak khusus yang sudah dilengkapi rak seukuran objek.
  5. Simpan preparat ditempat yang kering dan sejajar lurus.
  6. Lakukan pengambilan dan penyimpanan preparat
  7. Pemeliharaan: tidak perlu memegang bagian permukaan objek dengan jari selama praktikum.
  8. Untuk membersihkan preparat atau slide dengan kuas kering, jika banyak bahan perekat yang mengganggu pengamatan dapat digunakan xylol.
  9. Spesimen awetan tumbuhan dan hewan disimpan dalam kotak kayu khusus dilengkapi dengan rak-rak mini seukuran gelas objek.
  10. Penyimpanan disusun secara sejajar vertikal dan disimpan ditempat kering.
  11. Pengambilan dan penyimpanan dilakukan dengan hati-hati.
  12. Beri label secara alfabet sehingga mudah dalam proses pengambilan.

Tips Memilih Mikroskop 

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam memiliki alat laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan anda, diantaranya sebagai berikut :

  1. Jenis yang satu ini harus sesuai dengan objek yang akan diamati.
  2. Pilih yang dapat melakukan pembesaran dan resolusi sehingga menghasilkan objek yang nyata dengan bantuan lensa objektif dan lensa okuler.
  3. Perhatikan sumber cahaya. Ada 4 sumber cahaya pada alat, seperti; halogen, flourescent, tungsten dan LED. Cahaya putih berasal dari sumber halogen. Penggunaan LED dapat digunakan dengan baterai isi ulang.
  4. Pilih lensa yang kualitasnya baik. Lensa objektif biasanya terdiri dari lensa akromatik. Sedangkan lensa okuler bisa dilihat jenisnya seperti monokuler, binokular dan trinokuler.
  5. Pada jenis monokuler, bisa mengamati objek dengan dua dimensi pada panjang dan lebar objeknya. Sedangkan, pada jenis mikroskop binokuler dapat melihat objek dengan 3 dimensi melalui panjang, lebar, dan tinggi.
  6. Mikroskop monokuler kurang canggih dibandingkan binokular. Jenis trinokuler digunakan pada proses mikrofotografi.
  7. Penggunaan kamera yang merupakan aksesoris dapat dijadikan sebagai referensi untuk hasil yang maksimal.

Harga Alat

Berbicara masalah harga, alat ini memiliki harga yang bervariasi sebagai alat laboratorium. Harga alat ini berkisar 600 ribu – 50 juta tergantung jenisnya, merk, spesifikasi dan tipe yang dibutuhkan.

Tempat Jual Alat

Alat ini bisa anda dapatkan di tempat penjualan alat-alat laboratorium, seperti PT. Andaru Analitika Sains. Sebagai konsultan alat laboratorium, PT. Andaru Analitika Sains juga menjual alat general lab lainnya seperti mikropipet, centrifuge, BSC (Bio Safety Cabinet), Dissolution tester dan masih banyak lagi.

Pertanyaan Seputar Alat

Apa Yang Dimaksud dengan Mikroskop ?

Mikroskop berasal dari 2 kata yaitu micron yang berarti “kecil” dan scopos yang berarti “tujuan”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mikroskop adalah alat yang digunakan dengan tujuan mengamati benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Kebanyakan orang menyebut mikroskop sebagai mikroskopik.

Bagaimana Pengertian Alat Ini Menurut Encyclopedia Britannica ?

Menurut encyclopedia britannica, jenis ini merupakan instrumen yang dapat menghasilkan gambar dari objek objek yang diamati. Pengamatannya bisa dilakukan dengan mengatur optik sehingga akan nyaman saat melakukan proses analisa. Alat ini juga dapat menghasilkan objek dari instrumen optik yang bersifat konvensional melalui pemindaian elektron.

Kapan Pertama Kali Mikroskop Ditemukan ?

Alat ini pertama kali oleh kakak beradik bernama  Zacharias Janssen dan Hans Janssen pada tahun 1590. Sebelum membuat mikroskopik, Zacharias hanya berprofesi sebagai pembuat kacamata. Alat yang pertama kali dibuat hanya mampu melakukan pengamatan dengan perbesaran lebih dari 150 kali.

Apa Fungsi Alat Mikroskop?

Mikroskop merupakan salah satu alat laboratorium yang sering digunakan dalam bidang mikrobiologi. Instrumen ini dapat mengamati objek yang sangat kecil dengan bantuan optik. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengamati benda kecil yang tidak bisa dilihat secara langsung. Ada beberapa jenis yang bisa digunakan untuk mengamati benda dengan menghasilkan struktur yang lebih jelas.

Namun pada hakikatnya, alat ini akan bekerja dengan mengacu pada peran utamanya yaitu melihat benda benda kecil. Menurut pengalaman penulis, alat ini digunakan saat praktikum farmakologi untuk mengamati jaringan yang ada di tumbuhan. Hal ini dapat mempermudah proses belajar melalui objek yang sudah diamati melalui mikroskop.

Bagaimana Prinsip Kerja Alat ?

Pada prinsipnya, alat mikroskop akan bekerja dengan menghasilkan bayangan dalam bentuk yang nyala, besar, dan terbalik. Awalnya, bayangan akan dihasilkan oleh lensa objektif, kemudian diambil dan ditransfer kelensa okuler. Bayangan yang sudah diterima oleh lensa okuler, nantinya akan sangat tampak jika dilihat dan diamati.

Dalam proses kerjanya, alat yang satu ini menggunakan bantuan lensa positif atau lensa cembung. Lensa okuler berada di dekat mata, sedangkan lensa objektif berada pada objek yang akan diamati. Fokus yang dihasilkan oleh lensa objektif lebih rendah dibandingkan dengan fokus yang dihasilkan oleh lensa okuler (f ob < f ok).

Apa Kelebihan dan Kekurangan Jenis Cahaya?

Jenis cahaya memiliki kelebihan, yaitu pengamatan yang dilakukan tidak harus di ruangan yang luas. Namun, tampilan objek yang diamati tidak begitu jelas.

Apa Yang Dimaksud dengan Preparat ?

Preparat adalah komponen penting pada alat yang digunakan sebagai tempat penetesan objek yang akan diamati. Bentuknya panjang, terbuat dari kaca yang transparan. Nantinya, objek akan diletakkan pada preparat dalam bentuk tetesan atau potongan yang sangat kecil.

Apa Saja Jenis Preparat Yang Digunakan ?

  • Preparat Sementara
  • Awetan
  • Utuh (Whole Mounth)
  • Hapusan (Smear)
  • Pejetan (Squash)
  • Irisan

Objek Apa Saja Yang Diamati ?

  • Jaringan pada hewan
  • Jaringan pada tumbuhan
  • Virus
  • Bakteri
  • Protozoa

Apa Saja Bagian Bagian Mikroskop ?

Bagian Optik Pada Alat

  • Lensa okuler
  • Lensa objektiv
  • Bagian condensor
  • Diafragma
  • Kaca

Bagian – Bagian Mekanik (Non-Optik)

  • Revolver
  • Tabung
  • Lengan
  • Meja Benda
  • Makrometer
  • Mikrometer
  • Dan Kaki

Apa Saja Jenis Jenis Alat Yang Ada?

Berdasarkan jumlah lensa :

  • Monokuler
  • Binokular

Berdasarkan sumber cahaya :

  • Cahaya
  • Elektron

Berdasarkan fungsinya :

  • Medan Perang
  • Medan Gelap
  • Pendar
  • Fluorescence
  • Ultraviolet

Bagaimana Proses Pembentukan Bayangan ?

Pada proses pembentukan bayangan di alat mikroskop, posisi objek harus berada persis di depan lensa objektif dengan jarak f ob dan 2 f ob untuk menghasilkan bayangan yang maksimal . Jika bayangan dapat terbentuk pada jarak yang lebih dari 2 f ob di posisi belakang lensa objektif, maka sifatnya nyata dan akan terbalik. Bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif  akan disebut sebagai objek oleh lensa okuler, kemudian bayangan dari lensa objektif akan di transfer ke lensa okuler.

Bayangan yang dihasilkan harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya, supaya bisa dilihat secara langsung. Hal ini bisa disebabkan karena bayangan yang berasa dari lensa objektif jaraknya sangat jauh dari lensa okuler. Bentuk bayangan bisa diperbesar dan akan sangat nyata dari sebelumnya.

Bagaimana Cara Mengatur Lensa Mikroskopik?

  1. Jika ingin mengatur lensa objektif, anda bisa memutar revolver dengan 4 kali perbesaran tepat pada posisi depan meja kerja sampai terdengar bunyi “klik” pada alat tersebut.
  2. Letakkan preparat pada meja kerja objek, lalu jepit menggunakan klip yang ada di meja kerja supaya tidak bergerak saat pengamatan.
  3. Atur posisi tabung alat dengan cara memutar makrometer sampai lensa objektif menyentuh preparat.
  4. Putar mikrometer untuk mengatur fokus pada preparat.

Apa Fungsi Lensa Objektif ?

Lensa objektif sangat berhubungan dengan lensa okuler, dan berada di dekat objek. Pada lensa ini, perbesaran bisa dilakukan dari 4, 10, 400, bahkan 100 kali. Saat penggunaannya, objek harus diolesi dengan minyak emersi untuk memperjelas bayangan yang dihasilkan. Pada saat melakukan perbesaran 100 kali, letak lensa akan sangat dekat dengan objek, sehingga hasil pengamatannya akan semakin nyata.

Apa Fungsi Makrometer ?

Makrometer disebut juga sebagai alat pemutar. Bagian ini berfungsi untuk mengatur tingginya tabung selama pengamatan dengan cara dinaikkan dan diturunkan. Sehingga anda bisa mendapatkan gambaran objek yang sangat nyata.

Bagaimana Persiapan Menggunakan Mikroskop ?

  1. Genggam lengan mikroskopik menggunakan tangan kiri, dan tangan kanan digunakan untuk menggenggam kaki mikroskopik.
  2. Letakkan alat di atas meja yang rata permukaannya. Pastikan meja tersebut bersih dan rapi.
  3. Sebelum digunakan, sebaiknya alat dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam pengamatan.

Apa Yang Dimaksud dengan Kriofiksasi?

Kriofiksasi merupakan proses persiapan cepat yang dilakukan dengan cara membekukan spesimen menggunakan nitrogen cair, helium cair, yan nantinya kana membentuk kristal seperti kaca. Proses ini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang sehingga biasa disebu microskopic cryo-elektron (cryo-electron microscopy). Semakin berkembangnya metode ini, hasil yang membentuk kristal disebut sebagai cryo-electron microscopy of vitreous sections (CEMOVIS).

Bagaimana Cara Merawat Mikroskopik?

  1. Mikroskop harus disimpan dalam tempat yang kelembabannya sesuai dengan ketentuan. Tempat penyimpanan mikroskopik sebaiknya diberi lampu sekitar 15 – 20 watt sehingga memberikan suhu yang hangat dan kelembabannya dapat stabil selama penyimpanan alat.
  2. Dilarang menyentuh lensa dengan tangan langsung karena dapat meninggalkan jejak sehingga lensa akan kurang jernih.
  3. Selalu rutin membersihkan lensa dengan minyak, kain, dan tissue. sesekali basahi dengan alkohol untu mempertahankan kebersihan alat tersebut.
  4. Bersihkan body alat dengan kain dan alkohol.
  5. Jangan menggeser alat, karena dapat merusak main unit yang ada di kaki alat.
  6. Selalu perhatikan kebersihan alat, sehingga tidak ada pertumbuhan jamur atau mikroba yang dapat menghambat hasil pengamatan.
  7. Gunakan alat pada jarak yang pendek, sebaiknya dibungkus menggunakan plastiik setelah digunakan. Sedangkan, jika jaraknya jauh, maka mikroskopik disimpan ke dalam kotak khusus penyimpanan alat.

Permasalahan Apa Saja Yang Sering Terjadi ?

  • Terjadinya korosi atau karatan serta kerusakan pada bagian lensa objektif karena jarang dibersihkan.
  • Tumbuhnya jamur dan banyak goresan pada lensa okuler. Kerusakan yang terjadi pada lensa tidak bisa diperbaiki . Jadi, harus diganti dengan lensa yang baru.
  • Pada jenis stereo (dissecting microscope) sering terjadi kerak kotoran dan jamur pada prisma nya. Hal ini disebabkan karena tidak pernah melakukan perawatan sama sekali.
  • Perekat prisma yang membeku dapat mengakibatkan pantulan cahaya menjadi terhambat.
  • Kontrol kendali sering mengalami kerusakan yang visual, sehingga menyebabkan kapasitor filter menggelembung.
  • Kerusakan pada dioda dengan tegangan 12 Volt menyebabkan hilangnya tegangan pada output.

Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Alat ?

  1. Berikan nomor di bagian sudut preparat, untuk memudahkan pengambilan preparat ketika ingin digunakan.
  2. Jangan menyentuk bagian objek selama pengamatan berlangsung.
  3. Preparat dibersihkan dengan kuas, bisa juga menggunakan larutan xylol.
  4. Simpan preparat awetan dari tumbuhan maupun hewan di dalam kotak khusus yang sudah dilengkapi rak seukuran objek.
  5. Simpan preparat ditempat yang kering dan sejajar lurus.
  6. Lakukan pengambilan dan penyimpanan preparat
  7. Pemeliharaan: tidak perlu memegang bagian permukaan objek dengan jari selama praktikum.
  8. Untuk membersihkan preparat atau slide dengan kuas kering, jika banyak bahan perekat yang mengganggu pengamatan dapat digunakan xylol.
  9. Spesimen awetan tumbuhan dan hewan ini disimpan dalam kotak kayu khusus dilengkapi dengan rak-rak mini seukuran gelas objek.
  10. Penyimpanan disusun secara sejajar vertikal dan disimpan ditempat kering.
  11. Pengambilan dan penyimpanan dilakukan dengan hati-hati.
  12. Beri label secara alfabet sehingga mudah dalam proses pengambilan.

Berapa Harga Alat Ini ?

Harga alat ini berkisar 600 ribu – 50 juta tergantung jenisnya, merk, spesifikasi dan tipe yang dibutuhkan.

Sebagai informasi tambahan, PT. Andaru Analitika Sains adalah konsultan alat laboratorium yang menyediakan solusi lengkap kebutuhan alat laboratorium. Bagi anda yang membutuhkan alat laboratorium bisa mengunjungi alamat googlemaps, menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link brand dan produk alat laboratorium tersedia pada tautan : List Brand Alat Laboratoriumjual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Penulis : FR

Sumber : academia, wikipedia, rimba kita, guru sains

Baik, kalau begitu sekian dulu pembahasan mengenai “Mikroskop – Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya “. Semoga informasi ini bermanfaat. Jika diantara sobat ada yang memiliki saran, silahkan isi di kolom komentar ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *