Cara kerja FTIR Spectrometer menjadi hal penting untuk dipahami bagi mahasiswa, peneliti, maupun analis laboratorium yang menggunakan instrumen FTIR. FTIR atau Fourier Transform Infrared merupakan metode analisis yang memanfaatkan radiasi inframerah untuk mengetahui karakteristik suatu material berdasarkan pola serapan yang dihasilkan.
Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai FTIR Spectrometer BRQ-208 serta fungsi dan keunggulannya untuk kebutuhan analisis laboratorium. Kali ini, pembahasan akan lebih fokus pada cara kerja FTIR Spectrometer, tahapan analisis sampel, metode sampling, dan cara memahami hasil spektrum FTIR.
Cara Kerja FTIR Spectrometer
Secara sederhana, cara kerja FTIR Spectrometer dimulai ketika sinar inframerah dihasilkan oleh sumber radiasi. Sinar tersebut kemudian melewati sistem optik dan berinteraksi dengan sampel.
Ketika sinar inframerah mengenai sampel, sebagian energi akan diserap oleh ikatan kimia tertentu yang terdapat di dalam material. Setiap ikatan kimia dapat memberikan respons pada wilayah inframerah tertentu.
Sinyal yang dihasilkan kemudian diterima oleh detektor dan diproses menggunakan transformasi Fourier sehingga menghasilkan spektrum yang dapat dianalisis. Penggunaan interferometer menjadi salah satu bagian penting dalam sistem FTIR karena memungkinkan informasi dari berbagai frekuensi inframerah dikumpulkan secara bersamaan.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai:
Sumber inframerah → Interferometer → Sampel → Detektor → Pengolahan data → Spektrum FTIR
Dengan memahami cara kerja FTIR Spectrometer, pengguna dapat lebih mudah memahami hubungan antara sampel, sinyal inframerah, dan hasil spektrum yang ditampilkan oleh instrumen.
Tahapan Analisis Menggunakan FTIR Spectrometer
Setelah mengetahui cara kerja FTIR Spectrometer, tahap berikutnya adalah memahami bagaimana proses analisis sampel dilakukan. Setiap jenis sampel dapat membutuhkan metode sampling yang berbeda.
1. Persiapan Sampel
Tahap pertama adalah menyiapkan sampel yang akan dianalisis. Sampel dapat berupa padatan, bubuk, cairan, film, serat, maupun material lainnya.
Persiapan sampel harus disesuaikan dengan karakteristik material dan metode sampling yang digunakan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah ATR (Attenuated Total Reflection).
Pada metode ATR, sampel dapat ditempatkan pada permukaan kristal ATR sehingga proses persiapan dapat menjadi lebih praktis untuk berbagai jenis material. Prinsip ATR memanfaatkan interaksi antara radiasi inframerah dan material yang berada pada permukaan elemen ATR.
2. Membersihkan Area Sampling
Sebelum melakukan pengukuran, bagian sampling harus dipastikan dalam kondisi bersih.
Sisa sampel dari pengukuran sebelumnya dapat memengaruhi hasil analisis. Oleh karena itu, permukaan sampling perlu dibersihkan sesuai prosedur yang dianjurkan.
Langkah ini terlihat sederhana, tetapi penting dilakukan terutama ketika instrumen digunakan untuk menganalisis banyak sampel dengan karakteristik berbeda.
3. Melakukan Background
Sebelum sampel diukur, instrumen biasanya melakukan pengukuran background.
Background digunakan sebagai referensi kondisi sistem sebelum pengukuran sampel. Data tersebut kemudian digunakan dalam proses pengolahan sehingga informasi yang berasal dari sampel dapat dianalisis dengan lebih baik.
4. Menempatkan Sampel
Setelah sampel siap, sampel ditempatkan pada bagian sampling sesuai metode yang digunakan.
Untuk metode ATR, sampel diletakkan pada permukaan kristal ATR. Kontak antara sampel dan permukaan sampling perlu diperhatikan agar proses pengukuran dapat berlangsung dengan baik.
Pemilihan metode sampling harus disesuaikan dengan bentuk dan karakteristik sampel.
5. Melakukan Pengukuran
Setelah sampel ditempatkan dengan benar, instrumen mulai melakukan pengukuran.
Sinar inframerah akan berinteraksi dengan sampel. Sebagian energi akan diserap oleh molekul, sedangkan informasi yang diterima detektor akan diproses oleh sistem instrumen.
Hasil akhirnya berupa spektrum yang menunjukkan pola serapan inframerah dari sampel.
Cara Membaca Hasil Spektrum FTIR Spectrometer
Hasil pengukuran FTIR biasanya ditampilkan dalam bentuk grafik. Bagi pengguna baru, grafik tersebut mungkin terlihat cukup rumit. Namun, prinsip dasarnya dapat dipelajari dengan mudah.
Sumbu horizontal biasanya menunjukkan bilangan gelombang atau wavenumber, sedangkan sumbu vertikal dapat menunjukkan absorbansi atau transmitansi.
Pada grafik akan terlihat beberapa puncak atau pita serapan. Puncak tersebut menunjukkan adanya interaksi antara radiasi inframerah dengan ikatan kimia tertentu pada sampel.
Pola keseluruhan spektrum dapat membantu memberikan gambaran mengenai karakteristik suatu material. Karena memiliki pola yang khas, spektrum FTIR sering digunakan sebagai salah satu informasi untuk membantu identifikasi material.
Namun, hasil FTIR sebaiknya tidak diinterpretasikan hanya berdasarkan satu puncak. Pengguna perlu melihat keseluruhan pola spektrum dan, jika diperlukan, membandingkannya dengan spektrum referensi atau library.
Fungsi FTIR Spectrometer dalam Analisis Laboratorium
FTIR dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan analisis di laboratorium. Beberapa penggunaannya antara lain:
- Identifikasi material atau bahan
- Identifikasi gugus fungsi
- Membandingkan sampel dengan bahan referensi
- Pemeriksaan bahan baku
- Analisis material polimer
- Penelitian dan pengembangan
- Quality Control produk
Informasi dari FTIR dapat membantu pengguna memahami karakteristik material tanpa harus melakukan analisis yang sama untuk setiap kebutuhan.
Bagi yang ingin memahami lebih banyak mengenai alat laboratorium FTIR, Anda juga dapat membaca artikel FTIR – Pengertian, Fungsi dan Cara Penggunaan di website Analitika Sains.
Penggunaan FTIR Spectrometer untuk Penelitian dan Quality Control
Dalam kegiatan penelitian, FTIR dapat digunakan untuk mempelajari karakteristik suatu material. Peneliti dapat membandingkan spektrum sebelum dan sesudah proses tertentu untuk melihat adanya perubahan karakteristik kimia.
Sementara dalam Quality Control, FTIR dapat membantu membandingkan bahan atau produk dengan material referensi. Jika terdapat perbedaan pola spektrum, hasil tersebut dapat menjadi informasi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, penggunaan FTIR dapat membantu laboratorium memperoleh informasi tambahan mengenai karakteristik bahan yang sedang diuji.
Barcov BRQ-208 FTIR Spectrometer

Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan analisis tersebut adalah Barcov BRQ-208 FTIR Spectrometer.
BRQ-208 dirancang untuk mendukung kebutuhan analisis material di laboratorium. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan jenis sampel, metode sampling, dan kebutuhan pengujian.
Dalam memilih FTIR, laboratorium sebaiknya mempertimbangkan jenis sampel, tujuan analisis, metode sampling, serta spesifikasi instrumen yang dibutuhkan.
Untuk kebutuhan instalasi, perawatan, maupun layanan alat laboratorium, Anda juga dapat melihat informasi Service Alat Laboratorium dari PT. Andaru Analitika Sains.
Kesimpulan
Memahami cara kerja FTIR Spectrometer dapat membantu pengguna mengetahui bagaimana sampel menghasilkan spektrum inframerah. Prosesnya dimulai dari sumber inframerah, interferometer, interaksi dengan sampel, detektor, hingga pengolahan data menjadi spektrum.
Analisis FTIR juga membutuhkan persiapan sampel, pembersihan area sampling, pengukuran background, proses pengukuran, dan interpretasi hasil. Metode sampling seperti ATR dapat digunakan untuk membantu analisis berbagai jenis material.
Bagi laboratorium yang membutuhkan FTIR Spectrometer untuk penelitian, analisis material, maupun Quality Control, Barcov BRQ-208 dapat menjadi salah satu solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan analisis.
Untuk informasi produk, spesifikasi, konsultasi kebutuhan laboratorium, dan penawaran harga, hubungi PT. Andaru Analitika Sains.
PT. ANDARU ANALITIKA SAINS
Telepon: (0251)-7504679
WhatsApp: 087777277740
Email: info@analitika.co.id
Konsultasikan kebutuhan laboratorium Anda bersama PT. Andaru Analitika Sains dan temukan solusi FTIR yang sesuai dengan kebutuhan analisis Anda.




